Hujan Deras Sejak Siang, Banjir Rendam Sejumlah Pemukiman Warga Padang

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Banjir merendam pemukiman warga di kawasan Kampung Apa akibat meluapnya Sungai Lubuk Minturun usai hujan deras melanda Kota Padang sejak Sabtu siang (10/10/2026). (Foto: Tangkap Layar Video)
Banjir merendam pemukiman warga di kawasan Kampung Apa akibat meluapnya Sungai Lubuk Minturun usai hujan deras melanda Kota Padang sejak Sabtu siang (10/10/2026). (Foto: Tangkap Layar Video)

Haipadang.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, sejak Sabtu (10/10/2026) siang menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Salah satu kawasan terdampak berada di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, setelah aliran Sungai Lubuk Minturun meluap dan menggenangi permukiman warga.

Menghadapi kondisi tersebut, sejumlah petugas gabungan dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Upaya penanganan difokuskan pada evakuasi warga, perlindungan keselamatan masyarakat, serta pemindahan barang-barang berharga dari kawasan yang telah terendam air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengerahkan personel bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), unsur TNI dan Polri ke lokasi kejadian. Kehadiran petugas ditujukan untuk membantu warga menghadapi dampak banjir sekaligus mengantisipasi risiko yang dapat muncul selama kondisi darurat berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan personel gabungan telah berada di lokasi untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat yang terdampak luapan air.

"Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka," katanya.

Petugas yang berada di lapangan disiagakan untuk membantu proses evakuasi sesuai kebutuhan dan situasi di lokasi banjir. Selain mendahulukan keselamatan warga, mereka juga membantu mengamankan serta memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman agar tidak tertinggal di permukiman yang terendam.

Kantor SAR Padang Kerahkan Tujuh Personel

Penanganan banjir di Kota Padang turut melibatkan Kantor SAR Padang. Berdasarkan laporan awal lembaga tersebut, informasi mengenai kejadian banjir di sejumlah titik diterima pada Sabtu (10/10/2026) dari seorang warga bernama Diki yang berasal dari wilayah Lubuk Minturun.

Informasi tersebut diterima pada pukul 14.30 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Padang kemudian mengerahkan tujuh personel penyelamat atau rescuer untuk menuju lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa tim diberangkatkan pada pukul 14.40 WIB. Pengerahan tersebut merupakan bagian dari operasi pencarian dan pertolongan untuk mendukung penanganan bencana banjir di Kota Padang.

"Kami memberangkatkan tujuh personel penyelamat atau rescuer menuju lokasi kejadian pada pukul 14.40 WIB. Pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari operasi pencarian dan pertolongan dalam penanganan bencana banjir," kata Abdul Malik.

Untuk menunjang kegiatan di lapangan, tim SAR membawa sejumlah peralatan pendukung. Perlengkapan tersebut mencakup mobil penyelamat jenis double cabin, perahu karet atau LCR yang dilengkapi motor tempel, serta peralatan SAR air.

Selain itu, personel juga membawa perlengkapan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, dan berbagai perlengkapan SAR lainnya. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi sesuai kebutuhan penanganan banjir di lokasi terdampak.

Hujan Deras Sejak Pukul 12.00 WIB

Dalam kronologi awal yang disampaikan Kantor SAR Padang, hujan deras mulai mengguyur wilayah Kota Padang pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Curah hujan yang tinggi kemudian diikuti laporan kejadian banjir di sejumlah titik pada pukul 14.25 WIB.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Lubuk Minturun. Tingginya intensitas hujan menyebabkan debit aliran Sungai Lubuk Minturun meningkat hingga meluap ke permukiman penduduk di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X