Haipadang.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat, khususnya calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar berhati-hati terhadap penipuan berkedok jasa percepatan pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaku diduga menawarkan proses pembukaan dapur dalam waktu singkat dengan membawa dokumen tertentu, lalu meminta sejumlah uang kepada calon mitra.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa pelaku menyasar calon mitra yang masih menunggu kepastian pembukaan dapur SPPG. Untuk meyakinkan korban, mereka membawa surat yang disebut sebagai dokumen verifikasi dan validasi, seolah-olah calon mitra telah mendapat izin untuk segera mengoperasikan dapurnya.
“Pelaku mendatangi calon mitra BGN yang tengah menantikan pembukaan dapur SPPG dengan cara membawa surat verifikasi dan validasi yang menyatakan korban bisa segera membuka SPPG mereka,” ujar Tysa Novenny, dikutip dari unggahan akun Instagram BGN pada Senin (12/10/2026).
Menurut Tysa, dokumen tersebut digunakan untuk membangun kepercayaan calon korban. Dengan adanya surat itu, pelaku berupaya meyakinkan calon mitra bahwa proses pembukaan dapur dapat segera dilakukan.
“Mereka (pelaku) juga meminta sejumlah uang tertentu,” imbuhnya.
Selain membawa dokumen, pelaku juga mengklaim bahwa dapur SPPG milik calon mitra sudah siap beroperasi. Klaim tersebut menjadi bagian dari modus yang digunakan untuk menarik korban agar bersedia menyerahkan uang.
“Oknum tersebut mengklaim bahwa dapur SPPG telah siap untuk beroperasi,” sambungnya.
BGN Tegaskan Tidak Memungut Biaya Pembukaan Dapur
Di tengah munculnya modus penipuan tersebut, BGN menegaskan bahwa lembaga itu tidak pernah meminta pembayaran kepada calon mitra untuk proses pembukaan dapur SPPG. Tysa mengatakan, saat ini perhatian BGN difokuskan pada pembukaan dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.
“Saat ini BGN hanya fokus untuk membuka dapur di wilayah 3T dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Kami juga tidak pernah meminta sepeser uang pun kepada calon mitra BGN untuk melakukan proses pembukaan dapur,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi calon mitra agar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan proses pembukaan dapur secara kilat dengan imbalan uang. Calon mitra perlu mencermati keabsahan informasi dan dokumen yang ditawarkan, terutama apabila ada permintaan pembayaran yang mengatasnamakan BGN.
Tysa juga mengungkapkan bahwa kasus penipuan yang menggunakan nama BGN tersebut telah ditindaklanjuti oleh aparat berwenang. Penanganan ini dilakukan menyusul adanya modus penawaran pembukaan dapur SPPG secara cepat yang menyasar calon mitra.
“Peristiwa penipuan ini pun sudah ditindaklanjuti oleh aparat berwenang,” tegasnya.
BGN Bagikan Foto Dugaan Penipuan
Dalam keterangan yang sama, Tysa turut membagikan foto yang diduga berkaitan dengan aksi penipuan dengan mengatasnamakan BGN. Foto tersebut memperlihatkan sejumlah orang mengenakan seragam biru BGN lengkap dengan atributnya saat mendatangi sebuah SPPG.
Dokumentasi itu disampaikan bersamaan dengan peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap pihak yang mengaku mewakili BGN untuk menawarkan kemudahan pembukaan dapur MBG.