Haipadang.com — Sebuah mobil listrik Jaecoo J5 EV dilaporkan mengalami kendala teknis setelah digunakan selama empat bulan. Kendaraan milik Cielbert Gunawan itu mendadak hanya mampu melaju dengan kecepatan sekitar 15–20 km/jam setelah indikator turtle mode dan kontrol traksi muncul pada layar dasbor.
Pengalaman tersebut dibagikan Cielbert melalui grup Facebook Jaecoo J5 EV Owner and Community pada Selasa (13/10/2026). Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa gangguan diketahui saat mobil hendak digunakan pada pagi hari, setelah baterai diisi pada malam sebelumnya.
Cielbert menyebut pengisian daya dimulai ketika kapasitas baterai tersisa 20 persen. Ia kemudian mengatur batas maksimum pengisian menjadi 80 persen melalui sistem head unit. Namun, ketika pengisi daya dilepas, kapasitas baterai yang terbaca justru berhenti di angka 65 persen.
“Ada yang punya pengalaman sama? Pagi-pagi pas mau pakai mobil tiba-tiba ada indikator turtle mode dan indikator traksi. Malamnya ngecharge baterai dari 20%, setel maximum battery lewat head unit 80%, tapi pas dicabut chargernya mentok di 65%,” tulis Cielbert dalam unggahan yang dipantau pada Kamis (15/10/2026).
Munculnya indikator tersebut diikuti pembatasan performa kendaraan. Mobil hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 15–20 km/jam, sehingga pemilik memutuskan membawa unitnya ke bengkel resmi Jaecoo Pluit, Jakarta Utara, untuk diperiksa.
“Mobil hanya bisa jalan 15-20 km/jam maksimal… Saya bawa ke bengkel Jaecoo Pluit, mereka bilang ini kasus baru dan belum pernah handle. Posisi mobil pemakaian 4 bulan (~9.000 km),” tambahnya.
Sensor BMS Disebut Mengalami Kerusakan
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari mekanik bengkel resmi, kendala pada Jaecoo J5 EV tersebut diduga berkaitan dengan kerusakan sensor Battery Management System (BMS). Komponen itu menjadi bagian dari sistem pengelolaan baterai kendaraan listrik.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut melalui pesan singkat, Cielbert menyampaikan bahwa pihak bengkel berencana mengganti sensor yang disebut mengalami kerusakan tersebut.
“Info dari mekanik, sensor BMS rusak dan akan diganti,” ujar Cielbert saat dihubungi pada Kamis (15/10/2026).
Meski penyebab awal telah disampaikan oleh mekanik kepada pemilik, penanganan kendaraan masih berlangsung di bengkel. Hingga berita ini ditulis, mobil tersebut masih berada di Jaecoo Pluit sejak 13 Oktober 2026.
Berdasarkan koordinasi dengan tim purnajual, proses pemeriksaan dan penggantian komponen dijadwalkan berlangsung hingga 17 Oktober 2026. Dengan demikian, pemilik masih menunggu penyelesaian perbaikan agar kendaraannya dapat kembali digunakan secara normal.
Pemilik Sebut Penggunaan Mobil Masih Wajar
Cielbert mengatakan kendaraan tersebut selama empat bulan terakhir digunakan untuk kebutuhan mobilitas harian dengan pola berkendara yang menurutnya masih tergolong normal. Ia juga menjelaskan kebiasaan penggunaan mobil ketika melintasi jalan tol.
“Pemakaian normal sih. Kalau di tol biasa paling maksimal 100 km/jam, kalau lagi sepi banget 120 km/jam tapi itu jarang,” jelasnya.
Saat kendala terjadi, jarak tempuh kendaraan tercatat sekitar 9.000 kilometer. Pemilik pun mempertanyakan apakah kerusakan sensor BMS pada usia pemakaian dan jarak tempuh tersebut merupakan kejadian yang lazim.
Artikel Terkait
Ducati Desmo450 MX Dibanderol Rp180 Jutaan, Ini Spesifikasi dan Fiturnya
Kawasaki Versys 900 Resmi Diumumkan, Harga Mulai Rp 244 Juta
Kualitas Udara Padang Memburuk, AQI Tembus 209 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kebakaran Conveyor Belt PT Semen Padang, 105 Meter Rusak Berat