Petani Milenial dan KWT Terdampak Banjir di Padang Didorong Perluas Pasar Lewat MBG

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi Petani Milenial (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Petani Milenial (Foto: Pixabay)

Haipadang.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendorong petani milenial memperluas pemasaran hasil pertanian lokal melalui kerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan bagi petani muda dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Upaya tersebut dibahas dalam rapat bertajuk Strategi Keberlanjutan Kelompok Wanita Tani dan Petani Milenial Terdampak Bencana yang digelar Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (16/10/2026).

Melalui pertemuan tersebut, Pemko Padang berupaya memperkuat keterlibatan petani milenial dan KWT dalam rantai pasok bahan pangan untuk dapur MBG. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas penyerapan hasil pertanian lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana.

Rapat tersebut diikuti perwakilan 41 KWT yang terdampak banjir, petani milenial, serta koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai wilayah dan kecamatan di Kota Padang.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Dessy, mengatakan pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada 41 KWT yang terdampak banjir melalui dana TKD. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan usaha kelompok tani setelah bencana.

Kini, pemerintah ingin mendorong kelompok-kelompok tersebut agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha melalui inovasi dan kemitraan dengan petani milenial serta dapur MBG.

“Tahun lalu kami sudah menyalurkan bantuan melalui dana TKD kepada 41 KWT yang terdampak banjir di Kota Padang. Sekarang kami ingin mendorong mereka agar bisa berkembang lebih jauh dengan menggandeng petani milenial dan menjalin kerja sama dengan dapur MBG. Harapannya KWT dan petani milenial ini tidak hanya menerima bantuan tetapi juga bisa terus tumbuh berinovasi dan mengembangkan usahanya. Dengan adanya kerja sama dengan dapur MBG hasil pertanian mereka bisa terserap dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Dessy, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Menurut Dessy, keterhubungan antara petani dan dapur MBG diharapkan menjadi peluang untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Dengan adanya kerja sama tersebut, hasil produksi petani lokal berpeluang memperoleh pasar yang lebih luas.

Bagi petani milenial, kolaborasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pemasaran hasil panen dan mengembangkan kegiatan pertanian sebagai usaha produktif. Sementara itu, KWT yang sebelumnya menerima bantuan pemulihan usaha didorong untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan potensi produksi mereka.

Dalam rapat tersebut, hadir pula pakar pertanian Prof Musliar Kasim dan Dr Afrizal yang menyampaikan pandangan mengenai potensi pertanian lokal serta peluang kerja sama untuk mendukung keberlanjutan usaha petani dan KWT.

Musliar Kasim menilai KWT dan petani milenial mempunyai potensi besar untuk mengembangkan pertanian lokal. Potensi tersebut, menurut dia, dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan apabila didukung oleh kerja sama yang tepat.

“KWT dan petani milenial memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian lokal. Dengan dukungan dan kerja sama yang tepat potensi ini dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana,” terangnya.

Sementara itu, Afrizal menyoroti peluang pemasaran yang terbuka melalui integrasi pertanian lokal dengan program MBG. Menurut dia, keterhubungan tersebut dapat membantu petani memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan penyerapan hasil produksi.

“Integrasi pertanian lokal dengan program MBG membuka peluang bagi KWT dan petani milenial untuk memperluas pemasaran hasil produksi. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu hasil pertanian lokal terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X