Perjalanan Rudy Disebut Menggunakan Biaya Pribadi
Selain menjelaskan tujuan perjalanan, Pemprov Kaltim juga memberikan keterangan mengenai pembiayaan dan perizinan keberangkatan Rudy ke Singapura.
Ririn menyatakan bahwa perjalanan tersebut menggunakan biaya pribadi Rudy Mas’ud. Dengan demikian, menurut penjelasan Pemprov, biaya perjalanan itu tidak dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.
Pemprov juga menyampaikan bahwa perjalanan ke luar negeri tersebut telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Sementara itu, permohonan persetujuan secara tertulis disampaikan secara paralel.
“Perjalanan ini telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis juga disampaikan secara paralel,” kata Ririn pada Selasa (13/10/2026).
Penjelasan mengenai pembiayaan dan perizinan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi Pemprov Kaltim atas polemik yang berkembang setelah foto Rudy di Singapura beredar. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kunjungan itu ditujukan untuk keperluan kesehatan dan menggunakan dana pribadi, bukan anggaran daerah.
Pemprov Minta Maaf atas Pertanyaan dan Kekecewaan Publik
Pemprov Kaltim turut menyampaikan permohonan maaf apabila perjalanan Rudy ke Singapura menimbulkan pertanyaan atau kekecewaan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kritik yang muncul karena waktu keberangkatan Rudy berdekatan dengan situasi karhutla dan kabut asap di Kalimantan Timur. Kondisi itu membuat perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada tujuan perjalanan, tetapi juga pada kehadiran kepala daerah saat wilayahnya menghadapi persoalan lingkungan.
Ririn mengatakan pemerintah daerah memahami bahwa perjalanan tersebut dapat memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kepekaan dan empati terhadap keadaan warga.
“Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan atau kekecewaan. Kepekaan dan empati terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Pernyataan itu menjadi respons Pemprov Kaltim terhadap reaksi publik setelah foto Rudy beredar. Klarifikasi pemerintah daerah mencakup tujuan pemeriksaan kesehatan, penggunaan biaya pribadi, serta persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri yang disebut telah diperoleh sebelum perjalanan.
Karhutla dan Kabut Asap Kaltim Jadi Sorotan
Polemik mengenai perjalanan Rudy Mas’ud ke Singapura muncul ketika penanganan karhutla di Kalimantan Timur masih menjadi perhatian masyarakat. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai waktu keberangkatan dan keberadaan kepala daerah ketika wilayahnya menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Bagi sebagian warganet, persoalan itu tidak hanya berkaitan dengan alasan Rudy bepergian ke luar negeri. Perhatian juga tertuju pada sensitivitas pemerintah dalam merespons keadaan masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap.
Foto Rudy yang berada di sebuah tempat makan di Singapura menjadi pemicu perbincangan tersebut. Dugaan mengenai kehadirannya di ajang F1 Singapore Grand Prix ikut berkembang karena waktu kunjungannya bertepatan dengan penyelenggaraan balapan pada 9–11 Oktober 2026.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim telah memberikan klarifikasi bahwa Rudy berada di Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mount Elizabeth Hospital. Pemerintah daerah juga menyebut perjalanan itu menggunakan biaya pribadi, tidak membebani APBD, dan telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri, dengan permohonan tertulis disampaikan secara paralel.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada bukti terverifikasi yang memastikan Rudy menonton langsung balapan Formula 1 di Singapura. (*)