berita

129 Perempuan di Sumbar Positif HPV DNA pada 2025, DWP Perkuat Pencegahan Kanker Serviks

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:07 WIB
Ilustrasi Serviks (Foto: Primaya Hospital)

 

Haipadang.com – Sebanyak 129 perempuan di Sumatera Barat (Sumbar) dinyatakan positif HPV DNA berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun sepanjang 2025. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat edukasi, deteksi dini, dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks.

Upaya pencegahan itu menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kick Off Vaksinasi HPV Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumbar yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali risiko kanker serviks, serta memanfaatkan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan dini, dan vaksinasi HPV.

Selain meningkatkan pengetahuan peserta, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan organisasi perempuan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Peran tersebut dinilai penting agar informasi mengenai pencegahan kanker serviks dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat secara lebih luas.

Beban Kanker Serviks di Indonesia

Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang membebani perempuan di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, penyakit ini diperkirakan menyebabkan 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian di Indonesia.

Angka tersebut menempatkan kanker serviks sebagai salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan Indonesia, setelah kanker payudara.

Sementara itu, hasil deteksi dini melalui program penyakit tidak menular Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar pada 2025 menunjukkan bahwa 129 dari 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun yang menjalani pemeriksaan dinyatakan positif HPV DNA.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas jangkauan informasi kesehatan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan upaya pencegahan. Edukasi, pemeriksaan, dan langkah perlindungan yang tepat dibutuhkan untuk membantu menekan risiko kanker serviks.

Penanggulangan kanker tidak cukup dilakukan melalui penanganan pasien setelah penyakit terdeteksi. Upaya tersebut memerlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari promosi kesehatan, deteksi dini, perlindungan khusus, hingga penanganan kasus.

Dalam pencegahan kanker serviks, vaksinasi HPV menjadi salah satu intervensi penting untuk mengurangi risiko infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker. Karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat vaksinasi perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan.

Vaksinasi HPV Menyasar Anak Perempuan Usia 11 Tahun

Program imunisasi HPV nasional menyasar anak perempuan kelas 5 sekolah dasar atau sekitar usia 11 tahun. Pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar anak perempuan dapat memperoleh imunisasi sesuai jadwal dan anjuran kesehatan.

Orang tua, pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program vaksinasi. Dukungan tersebut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi sekaligus mendorong penerimaan masyarakat terhadap langkah pencegahan kanker serviks sejak dini.

Melalui sosialisasi dan pelaksanaan Kick Off Vaksinasi HPV, DWP Provinsi Sumatera Barat turut mendorong penguatan kesadaran mengenai perlindungan kesehatan perempuan. Pendekatan preventif menjadi perhatian agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga melalui langkah perlindungan sebelum risiko penyakit berkembang.

Ketua DWP Provinsi Sumbar, Arymbi Arry, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen organisasinya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan perempuan dan keluarga.

Halaman:

Tags

Terkini