lifestyle

2 Tahun Dipakai, Begini Perbandingan Harga Bekas Hyundai Ioniq 5 dan Innova Zenix Hybrid

Senin, 5 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi Hyundai Ioniq 5 vs Toyota Zenix Hybrid Setelah Dua Tahun (Foto: Promedia)

Haipadang.com – Membeli mobil di kisaran harga Rp700 juta hingga Rp800 jutaan tidak hanya soal memilih teknologi, fitur, atau kenyamanan. Ada satu pertimbangan lain yang tidak kalah penting bagi pemilik kendaraan, yakni seberapa kuat mobil tersebut mempertahankan nilai jualnya ketika kembali masuk ke pasar mobil bekas.

Perbedaan tersebut terlihat ketika Hyundai Ioniq 5 dan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dibandingkan setelah dua tahun digunakan. Keduanya menawarkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, tetapi memiliki karakter yang berbeda. Ioniq 5 hadir sebagai mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), sedangkan Innova Zenix Hybrid mengandalkan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Dari sisi nilai jual kembali, kedua mobil tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Hyundai Ioniq 5, khususnya varian Signature Long Range, mengalami penyusutan harga yang lebih besar setelah dua tahun pemakaian. Sementara itu, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid memperlihatkan kemampuan mempertahankan harga yang relatif lebih kuat.

Berdasarkan dinamika bursa mobil bekas dan pantauan kendaraan seken di sejumlah kota besar, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range yang ketika baru berada di kisaran Rp780 juta hingga Rp830 juta, setelah dua tahun pemakaian kini berada di rentang Rp430 juta sampai Rp480 juta.

Artinya, harga mobil listrik tersebut mengalami depresiasi sekitar 40 hingga 45 persen. Dengan penyusutan tersebut, nilai yang tersisa di pasar bekas berada di sekitar 55 persen dari harga awal kendaraan.

Kondisi itu menunjukkan tantangan yang dihadapi mobil listrik ketika memasuki pasar kendaraan bekas. Meski menawarkan teknologi dan kemewahan, nilai kendaraan tidak selalu bertahan sekuat ketika masih berstatus mobil baru.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah perkembangan teknologi kendaraan listrik yang berlangsung cepat. Model-model baru terus hadir dengan teknologi baterai dan kemampuan daya jelajah yang semakin berkembang.

Perubahan tersebut turut memengaruhi pertimbangan konsumen ketika mencari kendaraan listrik bekas. Kehadiran produk baru dengan jarak tempuh yang lebih jauh membuat pembeli mobil seken menjadi lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan.

Selain perkembangan teknologi, kebijakan koreksi harga mobil baru dari pabrikan juga menjadi salah satu faktor yang disebut memengaruhi harga kendaraan listrik di pasar sekunder. Ketika harga kendaraan baru mengalami penyesuaian, nilai mobil yang sudah digunakan ikut menghadapi tekanan.

Pertimbangan lain datang dari baterai traksi bertegangan tinggi yang menjadi komponen penting pada kendaraan listrik. Bagi pembeli mobil bekas, kondisi kesehatan baterai di luar masa garansi menjadi salah satu kekhawatiran yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.

Situasi berbeda terlihat pada Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Mobil keluarga tersebut justru menunjukkan kemampuan mempertahankan nilai jual yang lebih kuat setelah digunakan selama dua tahun.

Ketika baru dibeli dengan harga yang mendekati Rp700 juta, Innova Zenix Hybrid tipe tertinggi masih mampu berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp530 juta di pasar mobil bekas setelah dua tahun penggunaan.

Dengan angka tersebut, depresiasi Innova Zenix Hybrid hanya berada pada kisaran 20 hingga 25 persen. Artinya, kendaraan tersebut masih mampu mempertahankan sekitar 75 hingga 80 persen dari nilai aset awalnya.

Perbedaan tingkat depresiasi tersebut membuat posisi Innova Zenix Hybrid terlihat lebih kuat dari sisi nilai jual kembali. Ketika Ioniq 5 kehilangan sekitar 40 hingga 45 persen nilai dalam dua tahun, Zenix Hybrid hanya mengalami penurunan sekitar 20 hingga 25 persen.

Halaman:

Tags

Terkini