Haipadang.com – BYD memperkenalkan Atto 8, SUV listrik premium berkapasitas tujuh penumpang, dalam ajang Paris Motor Show 2026 di Paris Expo Porte de Versailles, Prancis, yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026. Mobil ini membawa sejumlah teknologi unggulan, mulai dari tenaga gabungan dua motor listrik sebesar 764 HP hingga sistem pengisian daya supercepat.
Atto 8 menempati posisi sebagai SUV listrik flagship BYD dengan panjang bodi lebih dari lima meter. Model ini menjadi bagian dari strategi produsen otomotif asal China tersebut untuk memperluas pilihan kendaraan listriknya di pasar internasional, khususnya di segmen SUV besar yang mengutamakan kapasitas penumpang dan performa.
Executive Vice President BYD, Stella Li, menyebut Atto 8 sebagai SUV tujuh penumpang dengan tenaga terbesar di pasar Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dilaporkan CarNewsChina pada Rabu (14/10/2026).
"BYD Atto 8 merupakan SUV tujuh penumpang paling bertenaga di Eropa," ujar Stella Li.
Klaim performa itu didukung penggunaan dua motor listrik dengan keluaran tenaga gabungan mencapai 570 kW atau setara 764 HP. Berbekal sistem penggerak tersebut, BYD Atto 8 diklaim mampu melesat dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 4,6 detik.
Selain menawarkan performa tinggi, SUV ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang memerlukan ruang kabin luas. Atto 8 dikembangkan berdasarkan BYD Tang L yang dipasarkan di China, tetapi mendapatkan sejumlah penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa.
Salah satu penyesuaian tersebut terdapat pada konfigurasi interior tiga baris dengan susunan tempat duduk 2+3+2. Dengan format ini, kendaraan dapat menampung tujuh penumpang dalam satu kabin.
BYD juga menyematkan bagasi depan atau frunk berkapasitas 136 liter. Kompartemen penyimpanan tersebut dapat dibuka menggunakan fitur ketukan ganda atau double-tap, sehingga menambah pilihan ruang untuk membawa barang.
Baterai 115 kWh, Jarak Tempuh hingga 653 Kilometer
Di sektor baterai, BYD Atto 8 menggunakan Blade Battery generasi kedua dengan teknologi lithium iron phosphate (LFP). Baterai berkapasitas 115 kWh tersebut diklaim mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 653 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP.
Kapasitas baterai dan jarak tempuh menjadi bagian penting dari penawaran Atto 8 sebagai SUV listrik untuk perjalanan jarak jauh. Selain daya tampung energi, BYD turut menonjolkan teknologi pengisian daya yang dirancang untuk memangkas waktu kendaraan terhubung ke sumber listrik.
Teknologi tersebut dikenal sebagai flash charging. BYD mengklaim sistem ini dapat mengisi daya baterai dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Waktu pengisian yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat daya lebih tinggi juga diklaim singkat. Dari kondisi baterai 10 persen hingga 97 persen, proses pengisian disebut hanya memerlukan waktu sekitar sembilan menit.
Kemampuan itu menjadi salah satu daya tarik utama Atto 8 di tengah pengembangan kendaraan listrik yang tidak hanya menitikberatkan pada jarak tempuh dan performa, tetapi juga kemudahan pengisian energi. Waktu tunggu yang lebih singkat diharapkan dapat mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan yang lebih jauh.
Meski demikian, klaim waktu pengisian tersebut berkaitan dengan teknologi flash charging yang diperkenalkan BYD. Ketersediaan fasilitas yang mendukung teknologi itu menjadi faktor penting agar kemampuan pengisian daya dapat dimanfaatkan oleh pengguna.
Artikel Terkait
Sempat Mengapung di Laut usai Sampan Terbalik, 37 Siswa Mentawai Selamat
BNPB Tegaskan Tak Intervensi Proses Hukum KPK Usai OTT Pejabatnya
Kabut Asap Selimuti Padang, Siswa PAUD hingga SMP PJJ hingga 17 Oktober
Benteng Van der Capellen di Tanah Datar Direncanakan Jadi Museum Perjuangan
Audi Q9 Bidik Pasar SUV Mewah Berukuran Besar, Mercedes-Benz GLS Jadi Pesaing