Haipadang.com – Perkembangan media digital membuat jurnalis dituntut memproduksi dan menayangkan berita dalam waktu singkat, termasuk dalam format video. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penggunaan aplikasi penyuntingan video melalui telepon seluler dapat menjadi pilihan praktis, terutama bagi jurnalis yang harus mengolah materi liputan langsung dari lapangan.
Proses produksi yang sebelumnya membutuhkan perangkat dan perangkat lunak penyuntingan profesional kini dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi yang menyediakan beragam fitur dasar. Mulai dari memangkas rekaman, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga mengatur transisi, sejumlah kebutuhan penyuntingan dapat dikerjakan melalui ponsel.
Dua aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan tersebut adalah CapCut dan Canva. Keduanya memiliki fungsi yang dapat saling melengkapi, mulai dari mengolah rekaman video hingga menyiapkan elemen visual untuk memperjelas informasi yang disampaikan kepada penonton.
Bagi jurnalis pemula, mengenali fitur utama dari kedua aplikasi tersebut dapat membantu mempercepat proses produksi tanpa mengabaikan kualitas penyajian berita. Dengan latihan dan pemahaman yang tepat, video liputan dapat disusun agar terlihat lebih rapi, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan platform digital.
1. CapCut, Permudah Penyuntingan Video dan Pembuatan Subtitle
CapCut menjadi salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk menyunting video secara praktis. Aplikasi ini menyediakan berbagai template dan fitur penyuntingan yang relatif mudah dipelajari, sehingga dapat membantu jurnalis mengolah materi liputan dalam waktu terbatas.
Ada beberapa fitur CapCut yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi video jurnalistik.
Pertama, fitur auto caption untuk membuat subtitle otomatis.
Fitur auto caption memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengubah ucapan dalam rekaman audio menjadi teks. Dengan kemampuan tersebut, subtitle dapat dibuat secara otomatis tanpa harus mengetik seluruh percakapan secara manual.
Fitur ini berguna ketika jurnalis perlu menyiapkan video wawancara untuk segera ditayangkan. Kehadiran subtitle juga membantu penonton mengikuti informasi yang disampaikan narasumber, terutama ketika mereka menyaksikan video tanpa mengaktifkan suara.
Auto caption dapat digunakan melalui CapCut versi aplikasi seluler, desktop, maupun web. Meski demikian, hasil transkripsi otomatis tetap perlu diperiksa sebelum video dipublikasikan.
Hal ini penting karena sistem pengenalan suara terkadang belum tepat dalam menangkap nama orang, jabatan, maupun istilah tertentu. Pemeriksaan ulang diperlukan agar teks yang muncul di layar sesuai dengan ucapan narasumber dan tidak mengubah makna informasi.
Kedua, fitur split dan trim untuk memangkas rekaman.
Jurnalis sering memperoleh rekaman wawancara atau dokumentasi lapangan dengan durasi panjang, sedangkan video yang akan ditayangkan membutuhkan penyajian lebih ringkas. Fitur split dan trim di CapCut dapat membantu memotong bagian tertentu serta menyusun klip sesuai urutan yang dibutuhkan.
Proses penyuntingan dilakukan melalui timeline, sehingga pengguna dapat menentukan bagian rekaman yang ingin dipertahankan atau dihilangkan. Dengan demikian, materi video dapat diringkas menjadi bagian-bagian utama tanpa harus memindahkan berkas ke komputer.
Artikel Terkait
Sengketa Merek di MA, BYD Resmi Ubah Nama Denza Menjadi Danza
KPK Ungkap 2 Klaster Dugaan Korupsi BNPB, Dana Siap Pakai Diduga Diselewengkan
Rudy Mas’ud Diisukan Nonton F1 di Singapura, Wamendagri: Silakan Melapor
Cegah Gangguan Pernapasan akibat Kabut Asap, 15 Puskesmas Dharmasraya Bagikan Masker ke Siswa
Los Batiah Pasar Payakumbuh Terbakar, Warga Diimbau Tak Terpancing Spekulasi