Kekuatan harga jual kembali Innova Zenix Hybrid tidak terlepas dari faktor merek Toyota yang telah mengakar kuat di pasar Indonesia. Selain itu, nama "Kijang" juga memiliki tingkat kepercayaan konsumen yang telah teruji selama puluhan tahun.
Faktor lain yang mendukung nilai jual kembali kendaraan hybrid tersebut adalah karakter teknologi yang dianggap sebagai jalan tengah bagi konsumen Indonesia. Teknologi hybrid memungkinkan kendaraan tetap menawarkan pendekatan ramah lingkungan tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya menggunakan kabel.
Kondisi tersebut membuat pengguna Innova Zenix Hybrid tidak perlu menghadapi kekhawatiran yang sama terkait keterbatasan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dari sisi pasar kendaraan bekas, kondisi tersebut turut membuka peluang pasar yang lebih luas. Kendaraan hybrid dapat ditawarkan kepada konsumen di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok, tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan SPKLU.
Perbedaan tersebut pada akhirnya memperlihatkan dua karakter investasi kendaraan yang berbeda. Hyundai Ioniq 5 menawarkan teknologi kendaraan listrik murni, tetapi nilai jual kembalinya menghadapi tekanan lebih besar setelah dua tahun.
Sementara itu, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid memperlihatkan ketahanan harga yang lebih tinggi. Dengan sisa nilai aset sekitar 75 hingga 80 persen setelah dua tahun, mobil tersebut menjadi pilihan yang lebih kuat bagi konsumen yang menjadikan nilai jual kembali sebagai salah satu pertimbangan utama.
Bagi pembeli pertama yang lebih mengutamakan keamanan finansial dan likuiditas dalam jangka pendek, Innova Zenix Hybrid menunjukkan keunggulan dari sisi kemampuan mempertahankan harga. Penyusutan yang relatif kecil membuat nilai aset kendaraan tetap lebih tinggi ketika dijual kembali.
Namun, kondisi berbeda justru dapat menjadi peluang bagi konsumen yang mencari mobil bekas. Depresiasi Hyundai Ioniq 5 yang lebih tajam membuat kendaraan tersebut dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan ketika masih baru.
Bagi pemburu mobil bekas, penurunan harga tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri. Teknologi mobil listrik dan kemewahan yang ditawarkan Ioniq 5 dapat dinikmati dengan potongan harga yang besar tanpa harus membayar harga premi seperti ketika membeli kendaraan baru.
Dengan demikian, perbandingan Ioniq 5 dan Innova Zenix Hybrid setelah dua tahun tidak hanya memperlihatkan perbedaan teknologi BEV dan HEV. Angka harga bekas juga menunjukkan bagaimana masing-masing kendaraan memiliki karakter berbeda dalam mempertahankan nilai aset.
Ioniq 5 berada di kisaran Rp430 juta hingga Rp480 juta setelah dua tahun dari harga baru sekitar Rp780 juta hingga Rp830 juta. Sementara itu, Innova Zenix Hybrid yang dibeli mendekati Rp700 juta masih berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp530 juta.
Pada akhirnya, pilihan bergantung pada sudut pandang konsumen. Bagi pembeli yang mengutamakan ketahanan nilai aset dan likuiditas jangka pendek, Innova Zenix Hybrid memiliki keunggulan. Sebaliknya, bagi pencari mobil bekas yang mengincar teknologi listrik dengan harga lebih rendah, depresiasi Ioniq 5 justru membuka peluang untuk mendapatkan kendaraan dengan potongan harga yang signifikan. (*)