Namun, filter kabin memiliki batas usia pakai. Debu yang terus menumpuk dapat membuat filter semakin tersumbat apabila tidak dibersihkan atau diganti secara berkala.
Situs resmi Suzuki menyebutkan, kondisi filter yang penuh debu dapat menghambat aliran udara dari blower menuju evaporator. Akibatnya, hembusan udara menjadi lebih lemah.
Gangguan tersebut akan semakin terasa ketika kendaraan digunakan pada siang hari yang panas. Hembusan udara yang tidak maksimal membuat proses mendinginkan kabin berlangsung lebih lambat dan hasilnya juga terasa kurang merata.
4. Ada Kebocoran Halus pada Jalur Refrigerant
Anggapan bahwa freon atau refrigerant dapat berkurang dengan sendirinya karena pemakaian juga perlu diperhatikan. Sistem AC kendaraan pada dasarnya menggunakan jalur sirkulasi yang tertutup.
Karena itu, apabila volume refrigerant berkurang, kondisi tersebut menunjukkan adanya kemungkinan kebocoran pada sistem. Kebocoran dapat terjadi secara halus pada selang, seal, maupun sambungan pipa.
Ulasan teknis Suzuki menjelaskan bahwa peningkatan beban kerja sistem pendingin pada siang hari dapat membuat kekurangan refrigerant semakin terasa dampaknya. Bahkan, berkurangnya refrigerant dalam jumlah kecil dapat memengaruhi kemampuan AC dalam menghasilkan udara dingin.
Kondisi ini membuat AC yang sebelumnya terasa normal pada malam hari atau ketika cuaca mendung dapat terasa kurang dingin ketika kendaraan digunakan pada siang hari.
5. Kompresor atau Magnetic Clutch Bermasalah
Kompresor menjadi komponen penting dalam sistem AC karena bertugas memompa refrigerant agar dapat bersirkulasi. Sementara itu, magnetic clutch memiliki fungsi menghubungkan dan memutuskan putaran kompresor dengan mesin.
Gangguan pada salah satu komponen tersebut dapat memengaruhi kestabilan kerja sistem pendingin. Berdasarkan catatan panduan Suzuki, kompresor yang mengalami keausan dapat membuat proses sirkulasi refrigerant tidak berjalan optimal.
Begitu pula dengan magnetic clutch yang mengalami slip. Pemuaian akibat suhu panas pada siang hari dapat menyebabkan magnetic clutch tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, putaran kompresor menjadi tidak stabil.
Dampaknya dapat dirasakan langsung dari kondisi AC di dalam kabin. Pendinginan bisa berlangsung secara terputus-putus atau udara yang keluar dari blower hanya terasa seperti angin biasa.
Untuk mencegah gangguan berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius, Suzuki menyarankan pemilik kendaraan tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan gejala AC kurang dingin.
Pemeriksaan berkala juga perlu dilakukan pada sejumlah bagian penting, termasuk filter kabin dan kondensor. Selain itu, tekanan refrigerant juga perlu diperiksa oleh teknisi yang berpengalaman.
Pengecekan komponen tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan sistem pendingin kendaraan tetap bekerja dan kenyamanan suhu kabin tetap terjaga dalam berbagai kondisi cuaca. (*)