lifestyle

5 Tanda Ban Motor Harus Segera Diganti, Jangan Tunggu Botak

Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:15 WIB
Ilustrasi Ban Motor (Foto: Promedia)

Haipadang.com – Ban menjadi salah satu komponen paling penting pada sepeda motor karena bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya tidak hanya menentukan kenyamanan ketika berkendara, tetapi juga berkaitan erat dengan keselamatan pengendara.

Masalahnya, sebagian pengendara baru menyadari kondisi ban sudah tidak layak ketika permukaannya terlihat sangat licin atau bahkan botak. Padahal, penurunan kemampuan ban dapat dikenali melalui sejumlah tanda sebelum kondisinya mencapai tahap tersebut.

Mengacu pada panduan resmi Suzuki Indonesia yang dikutip Kamis (8/10/2026), terdapat lima kondisi yang dapat menjadi penanda bahwa ban motor sudah waktunya diganti. Sejumlah tanda bahkan bisa terlihat atau dirasakan saat motor masih digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

1. Alur atau Kembangan Ban Mulai Menipis

Salah satu cara paling sederhana untuk mengetahui kondisi ban adalah dengan melihat pola alur atau kembangannya. Bagian tersebut memiliki fungsi penting, khususnya ketika motor digunakan melewati jalan dalam kondisi basah.

Suzuki menjelaskan bahwa alur pada ban tidak sekadar dibuat sebagai bagian dari desain. Pola tersebut berfungsi membantu memecah air ketika ban melintasi permukaan jalan yang basah sehingga risiko terjadinya selip dapat ditekan.

“Alur pada ban motor tidak dibuat sekadar sebagai hiasan, melainkan berfungsi untuk memecah air saat melintasi jalanan basah agar tidak terjadi selip,” tulis Suzuki.

Karena itu, pengendara perlu memperhatikan kedalaman alur secara berkala. Jika kembangan semakin tipis hingga mendekati atau rata dengan permukaan utama ban, kemampuan ban dalam mencengkeram jalan akan menurun secara drastis. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ban tidak seharusnya terus digunakan.

2. Tapak Ban Sudah Mendekati atau Menyentuh TWI

Selain melihat kondisi kembangan, pengendara juga dapat memanfaatkan penanda keausan yang sudah disediakan pada ban. Penanda tersebut dikenal sebagai Tread Wear Indicator (TWI).

TWI merupakan batas yang menunjukkan tingkat keausan ban. Pada umumnya, tanda tersebut dapat ditemukan dalam bentuk simbol segitiga kecil yang berada di bagian sisi dinding ban dan posisinya sejajar dengan alur pada bagian tengah.

Ketika permukaan telapak ban semakin aus dan sudah hampir menyentuh atau bahkan sejajar dengan batas TWI, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat keausan ban sudah mencapai batas yang harus diperhatikan.

Artinya, pengendara tidak perlu menunggu seluruh permukaan ban menjadi botak untuk melakukan penggantian. Posisi permukaan telapak terhadap indikator TWI dapat menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan apakah ban masih layak digunakan atau sudah harus dipensiunkan.

3. Ada Retakan pada Karet Ban

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya retakan atau pecah-pecah halus pada permukaan karet. Kerusakan semacam ini tidak selalu terjadi akibat ban terus-menerus bergesekan dengan aspal.

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi daya tahan material ban. Paparan panas matahari secara terus-menerus serta perubahan suhu yang ekstrem dapat membuat karet kehilangan elastisitasnya.

Retakan kecil pada dinding maupun bagian tapak ban tidak sebaiknya dianggap sebagai persoalan kosmetik semata. Kemunculan retakan menunjukkan bahwa kondisi karet mulai rapuh.

Halaman:

Tags

Terkini