Ban yang sudah menunjukkan gejala tersebut menjadi berbahaya apabila tetap digunakan, terlebih ketika motor dipacu dalam kecepatan tinggi. Karena itu, retakan pada bagian karet perlu menjadi perhatian pengendara sebagai salah satu tanda untuk mempertimbangkan penggantian ban.
4. Motor Terasa Oleng dan Kurang Stabil
Kondisi ban juga dapat dikenali melalui perubahan karakter motor ketika dikendarai. Pengendara mungkin merasakan motor seperti melayang, lebih sulit dikendalikan saat menikung, atau terasa berat ke salah satu sisi.
Situasi tersebut patut diperhatikan, terutama apabila tekanan angin ban sudah disesuaikan dengan baik tetapi motor tetap terasa tidak normal.
Karakter berkendara yang berubah dapat mengindikasikan adanya persoalan pada profil ban. Struktur ban mungkin sudah tidak lagi simetris atau mengalami keausan yang tidak merata.
Gejala lainnya dapat dirasakan ketika melakukan pengereman. Jika respons pengereman terasa menurun bersamaan dengan munculnya rasa tidak stabil ketika berkendara, kondisi ban perlu diperiksa lebih lanjut.
Dengan demikian, perubahan rasa berkendara dapat menjadi tanda yang tidak kalah penting dibandingkan pemeriksaan visual. Ban yang secara kasatmata belum terlihat botak pun bisa saja sudah mengalami penurunan kondisi yang memengaruhi stabilitas motor.
5. Muncul Benjolan pada Permukaan Ban
Dari lima tanda tersebut, munculnya benjolan pada permukaan ban merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan. Benjolan menunjukkan adanya persoalan pada struktur ban dan dapat meningkatkan risiko ketika motor digunakan.
Benjolan biasanya dapat muncul setelah ban mengalami benturan keras, misalnya ketika motor menghantam lubang di jalan. Selain itu, tekanan angin yang terlalu rendah dalam waktu lama juga dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan benang yang berada di dalam struktur ban.
Ketika lapisan tersebut mengalami kerusakan, bagian tertentu pada permukaan ban dapat berubah bentuk hingga terlihat menonjol. Kondisi ini menjadi semakin berisiko apabila motor tetap digunakan untuk perjalanan.
Ban yang sudah mengalami benjolan memiliki risiko pecah secara tiba-tiba ketika motor sedang berada di jalan. Karena itu, benjolan pada ban sebaiknya tidak dianggap sebagai kerusakan ringan yang dapat dibiarkan.
Berbagai tanda tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kondisi ban tidak seharusnya hanya dilakukan ketika permukaannya sudah terlihat botak. Pengendara perlu memperhatikan kedalaman alur, posisi permukaan telapak terhadap TWI, retakan pada karet, perubahan stabilitas motor, hingga kemunculan benjolan pada permukaan ban.
Perhatian terhadap kondisi roda kendaraan menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama berkendara. (*)