Dalam laporan keberlanjutan Hyundai Motor Company, produsen tersebut menjelaskan adanya kampanye penarikan kembali pada Maret 2024 yang melibatkan sekitar 113.000 kendaraan dari lima model listrik di pasar global.
Model yang tercakup dalam laporan tersebut meliputi Hyundai IONIQ 5, Hyundai IONIQ 6, Genesis GV60, Genesis GV70 EV, dan Genesis G80 EV.
Dokumen itu menjelaskan bahwa gangguan ICCU pada kendaraan tertentu dapat menyebabkan baterai 12 volt kehilangan daya. Kegagalan fungsi konversi tegangan juga berpotensi membuat kecepatan kendaraan berkurang secara bertahap. Dalam kondisi tertentu, kendaraan bahkan dapat berhenti apabila terus digunakan ketika gangguan tersebut terjadi.
Persoalan ini memperlihatkan bahwa sistem kelistrikan mobil listrik tidak hanya bergantung pada baterai utama yang menyimpan energi untuk menggerakkan kendaraan. Komponen pendukung yang mengatur pengisian dan distribusi daya juga memiliki peran penting terhadap pengoperasian kendaraan.
Baterai 12 volt memiliki fungsi berbeda dari baterai traksi bertegangan tinggi. Karena itu, gangguan yang membuat baterai 12 volt kehilangan daya tidak dapat langsung disamakan dengan kerusakan pada baterai utama kendaraan.
Untuk menangani persoalan ICCU tersebut, tindakan perbaikan yang disebutkan mencakup pembaruan perangkat lunak dan penggantian ICCU pada unit tertentu. Penanganan dilakukan sesuai cakupan kampanye perbaikan yang ditetapkan produsen.
Meski demikian, adanya kampanye global tersebut tidak otomatis berarti semua kendaraan dengan model yang sama di Indonesia mengalami gangguan serupa. Cakupan penarikan kembali dapat bergantung pada unit kendaraan yang teridentifikasi dalam kampanye tersebut.
Pemilik kendaraan perlu memastikan status mobilnya melalui saluran resmi produsen. Salah satu informasi penting yang perlu disiapkan adalah nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN).
Pemeriksaan berdasarkan VIN membantu pemilik mengetahui apakah unit tertentu termasuk dalam cakupan kampanye perbaikan. Langkah ini lebih tepat dibandingkan menyimpulkan bahwa seluruh kendaraan dengan nama model yang sama pasti mengalami masalah.
Kasus Hyundai tersebut juga menegaskan bahwa pemeriksaan mobil listrik perlu memperhatikan sistem kelistrikan pendukung, bukan hanya kondisi baterai traksi. Informasi tentang gejala, kampanye perbaikan, dan langkah penanganan perlu dipahami sesuai penjelasan teknis dari produsen.
3. VinFast VF 8 Mendapat Pembaruan Sistem Bantuan Pengemudi
Selain sistem kelistrikan, perangkat lunak juga menjadi bagian penting dalam pengoperasian mobil listrik modern. Berbagai fitur elektronik, termasuk sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), membutuhkan kalibrasi yang sesuai agar responsnya dapat dipahami dan diantisipasi oleh pengemudi.
Persoalan pada sistem tersebut menjadi perhatian dalam kampanye penarikan kembali VinFast VF 8 di Amerika Serikat. Dokumen recall yang diajukan VinFast kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada Agustus 2025 mencatat kampanye yang melibatkan 6.314 unit VinFast VF 8 model tahun 2023–2025.
Menurut dokumen tersebut, diperlukan pembaruan kalibrasi perangkat lunak ADAS untuk membuat respons kemudi lebih halus dan konsisten.
Dalam kondisi tikungan lebar tertentu, sistem tersebut berpotensi memberikan input kemudi yang sulit diatasi oleh pengemudi yang belum terbiasa dengan responsnya. Situasi tersebut menunjukkan bahwa perilaku sistem bantuan pengemudi perlu dirancang agar interaksinya dengan manusia tetap dapat dipahami.
Tindakan perbaikan yang ditetapkan dalam kampanye tersebut berupa pembaruan perangkat lunak. Penanganan ini berbeda dari penggantian komponen mekanis karena masalah yang dibahas berkaitan dengan kalibrasi sistem elektronik.