Haipadang.com – Memiliki mobil dengan bodi bersih dan cat yang tetap mengilap tidak cukup hanya mengandalkan pencucian rutin atau layanan pelapisan cat. Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan teknik mencuci, perlindungan permukaan cat, hingga kondisi kaca dan komponen eksterior lainnya agar tampilan mobil tetap terjaga.
Perawatan tersebut penting dilakukan secara konsisten, termasuk pada kendaraan yang sudah mendapatkan perlindungan coating. Sebab, pelapisan cat bukan berarti pemilik mobil bisa sepenuhnya meninggalkan perawatan setelah kendaraan selesai dikerjakan.
Scuto Indonesia mengingatkan bahwa anggapan mobil yang sudah menjalani coating tidak lagi membutuhkan perawatan merupakan pemahaman yang perlu diluruskan.
“Banyak pemilik mobil yang mengira kalau setelah mobil di-coating, mobil tidak perlu dirawat lagi. Agar kilau mobil Anda bertahan hingga bertahun-tahun, simak panduan perawatan mobil after-coating dengan cermat,” tulis Scuto Indonesia di laman resminya yang diakses Jumat (16/10/2026).
Menjaga tampilan kendaraan agar tetap bersih dan elegan tidak selalu harus dilakukan dengan perawatan yang rumit. Pemilik mobil dapat memulainya melalui kebiasaan mencuci dengan metode yang tepat, memberikan perlindungan tambahan pada cat, serta membersihkan bagian eksterior yang sering luput dari perhatian.
Berikut tiga langkah perawatan bodi mobil yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga penampilan kendaraan.
1. Cuci Mobil dengan Teknik yang Tepat
Pencucian menjadi tahap mendasar dalam menjaga kebersihan dan penampilan bodi mobil. Namun, proses ini tidak cukup dilakukan dengan menyiram kendaraan menggunakan air dan sabun. Cara mencuci yang kurang tepat justru dapat meningkatkan risiko munculnya goresan halus atau swirl marks pada permukaan cat.
Karena itu, pemilihan bahan pembersih dan alat yang digunakan perlu diperhatikan. Pemilik kendaraan disarankan menggunakan sampo khusus mobil, bukan detergen pakaian atau sabun pencuci piring.
Penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai berisiko merusak lapisan pelindung cat atau clear coat. Jika lapisan tersebut terganggu, warna bodi mobil dapat lebih cepat terlihat kusam sehingga penampilannya tidak lagi maksimal.
Selain memilih sampo yang tepat, pemilik mobil dapat menerapkan metode dua ember atau two-bucket method. Teknik ini menggunakan satu ember berisi air yang telah dicampur sampo mobil dan satu ember lainnya berisi air bersih untuk membilas spons.
Spons dibilas terlebih dahulu dalam ember berisi air bersih sebelum kembali dicelupkan ke dalam larutan sampo. Cara tersebut membantu mengurangi kemungkinan kotoran yang menempel pada spons terbawa kembali ke permukaan bodi. Dengan begitu, risiko partikel kotoran menggores cat ketika mobil dicuci dapat diminimalkan.
Tahap pengeringan juga tidak boleh diabaikan. Setelah kendaraan selesai dicuci, gunakan kain atau handuk mikrofiber yang lembut untuk menyerap sisa air di permukaan bodi.
Penggunaan kain mikrofiber membantu mengurangi risiko goresan saat mengeringkan mobil. Langkah ini juga penting untuk mencegah sisa air mengering dengan sendirinya dan meninggalkan bercak mineral atau water spot yang dapat mengganggu tampilan cat.
2. Lindungi Cat dengan Waxing atau Coating
Setelah kebersihan bodi terjaga, langkah berikutnya adalah memberikan perlindungan tambahan pada permukaan cat. Lapisan pelindung dapat membantu mempertahankan tampilan mengilap sekaligus menghadapi paparan sinar ultraviolet (UV) matahari, polusi, dan air hujan.