ragam

Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang Atasi Sampah dan Genangan

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Haipadang.com – Warga RT 03 RW 23 Perumahan Abu Hanif Devila, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengembangkan Solar Biodigester sebagai inovasi sederhana untuk mengatasi dua persoalan lingkungan sekaligus, yakni sampah organik rumah tangga dan genangan.

Perangkat ini memungkinkan sisa makanan diolah melalui proses penguraian sekaligus membantu air meresap ke dalam tanah seperti sistem biopori.

Inovasi tersebut menarik perhatian Tim Juri Padang Rancak Award (PRA) 2026 saat melakukan penilaian sesi kedua, baru-baru ini. Solar Biodigester dinilai memiliki sejumlah fungsi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan lingkungan di tingkat permukiman.

Perangkat tersebut dirancang dengan menempatkan sebagian wadah ke dalam tanah. Sampah organik, terutama sisa makanan dari rumah tangga, dimasukkan ke dalam wadah untuk menjalani proses penguraian.

Dalam prosesnya, sampah organik berinteraksi dengan tanah dan organisme pengurai sehingga dekomposisi dapat berlangsung. Material organik yang terurai kemudian dapat kembali ke lingkungan dan mendukung kondisi tanah di sekitar pemasangan.

Selain sebagai tempat pengolahan sampah organik, Solar Biodigester juga memiliki fungsi menyerupai biopori. Keberadaannya memberikan ruang bagi air untuk masuk ke dalam tanah sehingga dapat membantu meningkatkan infiltrasi air di lingkungan permukiman.

Salah seorang juri PRA 2026, Syaifuddin Islami, menilai konsep tersebut relevan dengan kondisi Kecamatan Koto Tangah, terutama di kawasan yang menghadapi persoalan genangan dan banjir.

“Solar Biodigester tidak hanya bermanfaat untuk mengamankan sampah organik dari rumah tangga. Sistem ini juga dapat berfungsi seperti biopori, membantu air masuk ke dalam tanah, sekaligus memperbaiki kesuburan tanah melalui proses penguraian bahan organik,” ujar Syaifuddin.

Satu Inovasi, Sejumlah Fungsi

Keberadaan Solar Biodigester memperlihatkan bahwa persoalan sampah dan persoalan air di lingkungan permukiman dapat ditangani secara terintegrasi. Sampah organik rumah tangga tidak hanya dipandang sebagai material yang harus dikeluarkan dari lingkungan, tetapi dapat diproses di sumbernya.

Pengelolaan sampah organik yang tidak dilakukan dengan baik dapat menimbulkan sejumlah persoalan lingkungan. Sampah yang dibiarkan atau tercampur dengan material lain dapat menimbulkan bau dan menarik vektor penyakit. Di sisi lain, semakin banyak sampah yang dihasilkan, semakin besar pula volume yang harus dikumpulkan dan diangkut.

Solar Biodigester menawarkan pendekatan berbeda dengan menempatkan proses pengolahan sampah di tingkat rumah tangga atau lingkungan. Sisa makanan yang dihasilkan dari aktivitas dapur dapat dimasukkan ke dalam sistem sehingga tidak seluruhnya harus dibawa melalui mekanisme pengumpulan dan pengangkutan sampah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan perubahan paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar kumpul, angkut, buang menuju upaya mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Di dalam Solar Biodigester, sedikitnya terdapat tiga fungsi ekologis yang dapat berjalan bersamaan. Pertama, perangkat berfungsi sebagai tempat pengomposan atau penguraian bahan organik. Kedua, sistemnya menyerupai biopori yang membantu air masuk ke dalam tanah. Ketiga, perangkat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot.

Budidaya maggot dapat membantu mempercepat proses penguraian sampah makanan. Pada saat yang sama, hasil biomassa yang dihasilkan dari proses tersebut dapat dimanfaatkan.

Halaman:

Tags

Terkini