Stasiun Lubuk Alung Terus Bertumbuh, dari Titik Perjalanan hingga Jadi Simpul Mobilitas

Photo Author
Anggun Indri, HaiPadang.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:39 WIB
Stasiun Lubuk Alung (Foto: KAI Divre II Sumbar)
Stasiun Lubuk Alung (Foto: KAI Divre II Sumbar)

Haipadang.com – Perjalanan kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya tentang keberangkatan dan kedatangan. Di balik rangkaian perjalanan yang terus bergerak, terdapat stasiun-stasiun yang menjadi titik penting bagi mobilitas masyarakat. Salah satunya adalah Stasiun Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas di Stasiun Lubuk Alung menunjukkan perkembangan yang cukup terlihat. Jumlah pelanggan yang dilayani terus bertambah, sementara frekuensi perjalanan kereta api juga mengalami peningkatan. Perubahan tersebut membuat Stasiun Lubuk Alung semakin memiliki peran dalam menghubungkan masyarakat dari Padang Pariaman dengan sejumlah wilayah di Sumbar.

Stasiun ini bukan sekadar tempat pelanggan naik atau turun dari kereta. Secara operasional, Stasiun Lubuk Alung berada pada jalur yang menghubungkan Lubuk Alung dengan Duku, Pariaman, serta Kayu Tanam.

Posisi tersebut membuat Stasiun Lubuk Alung menjadi salah satu titik yang mendukung pergerakan masyarakat menuju Padang, Pariaman, Kayu Tanam, dan wilayah di sekitarnya.

Aktivitas yang Terus Bertumbuh

Pertumbuhan Stasiun Lubuk Alung dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang dilayani dalam beberapa tahun terakhir. Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II (Divre II) Sumbar menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelanggan secara bertahap.

Pada Semester I 2021, Stasiun Lubuk Alung tercatat melayani 23.268 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 40.418 pelanggan pada 2022.

Perkembangan berlanjut pada 2023. Saat itu, jumlah pelanggan mencapai 63.702 orang. Pada 2024, angka tersebut kembali naik menjadi 77.702 pelanggan.

Kemudian pada 2025, Stasiun Lubuk Alung melayani 86.020 pelanggan. Hingga Semester I 2026, jumlah tersebut telah mencapai 132.054 pelanggan.

Jika dibandingkan dengan Semester I 2025, jumlah pelanggan hingga Semester I 2026 meningkat sekitar 53,51 persen.

Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan aktivitas perjalanan di Stasiun Lubuk Alung. Bertambahnya jumlah pelanggan berjalan beriringan dengan perkembangan layanan kereta api yang melintasi kawasan tersebut.

Ketika Frekuensi Perjalanan Bertambah

Perkembangan mobilitas di Stasiun Lubuk Alung juga tidak terlepas dari perubahan frekuensi perjalanan kereta api. Salah satu layanan yang mengalami peningkatan frekuensi adalah KA Pariaman Ekspres.

Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani delapan perjalanan kereta api setiap hari. Sejak 2025 hingga saat ini, jumlah perjalanan meningkat menjadi 10 perjalanan per hari.

Pertambahan frekuensi tersebut memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang menggunakan layanan KA Pariaman Ekspres. Stasiun Lubuk Alung pun menjadi bagian dari pergerakan perjalanan pada koridor yang dilayani kereta tersebut.

Selain KA Pariaman Ekspres, perubahan juga terjadi pada pola operasi KA Lembah Anai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X