Bukan Sekadar Ancaman, Mycovirus Bisa Mengubah Cara Pandang terhadap Virus

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Ilustrasi Virus (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Virus (Foto: Pixabay)

Haipadang.com – Selama beberapa dekade, kata virus hampir selalu identik dengan ancaman. Pandemi Covid-19 semakin menguatkan persepsi bahwa virus merupakan musuh yang harus dihindari. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan dunia mikroorganisme jauh lebih kompleks.

Tidak semua virus membawa dampak buruk. Di balik kelompok virus yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, atau tumbuhan, terdapat kelompok virus lain yang justru berpotensi memberikan manfaat besar. Salah satunya adalah mycovirus, yakni virus yang menginfeksi jamur.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Muhammad Fadli, Ph.D., menjelaskan mycovirus menjadi salah satu contoh bahwa virus tidak selalu harus dipandang sebagai ancaman.

“Tidak semua virus membawa malapetaka. Di balik kelompok virus yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, atau tumbuhan, terdapat kelompok virus lain yang justru berpotensi memberikan manfaat besar. Salah satunya adalah mycovirus, yaitu virus yang menginfeksi jamur,” kata Muhammad Fadli, dilansir dari Kepakaran Unand, Selasa (6/10/2026).

Mycovirus, Virus yang Hidup di Dalam Jamur

Istilah mycovirus mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat. Padahal, penelitian mengenai virus ini berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Kemajuan teknologi sekuensing genom membuat para ilmuwan menemukan ratusan jenis mycovirus baru dari berbagai jenis jamur di alam, termasuk jenis jamur yang menginfeksi manusia, hewan, dan tanaman.

Temuan tersebut mengubah cara pandang terhadap hubungan antara virus, jamur, dan lingkungan. Jika dahulu mycovirus dianggap sekadar penghuni yang diam di dalam sel jamur, kini diketahui bahwa virus tersebut mampu mengubah perilaku, metabolisme, hingga kemampuan jamur dalam berinteraksi dengan organisme lain.

“Jika dahulu mycovirus dianggap sekadar penghuni yang diam di dalam sel jamur, kini diketahui bahwa virus tersebut mampu mengubah perilaku, metabolisme, hingga kemampuan jamur dalam berinteraksi dengan organisme lain,” ujarnya.

Berbeda dengan virus pada umumnya, mycovirus hanya dapat berkembang biak di dalam sel jamur. Sebagian besar tidak memiliki fase bebas seperti virus penyebab influenza atau Covid-19.

Penyebaran mycovirus berlangsung melalui pembelahan sel jamur, pembentukan spora, atau kontak antarhifa. Keunikan ini membuat keberadaan mycovirus selama bertahun-tahun nyaris tidak terdeteksi.

Baru setelah berkembangnya teknologi biologi molekuler dan analisis genom skala besar, keragaman mycovirus mulai terungkap secara luas. Bahkan, para peneliti kini memperkirakan hampir setiap kelompok jamur di alam berpotensi memiliki virusnya sendiri.

Dampak Infeksi Mycovirus

Mycovirus tidak selalu memberikan dampak yang sama terhadap inangnya. Sebagian hampir tidak menimbulkan perubahan sehingga disebut cryptic viruses.

Namun, sebagian lainnya mampu mengubah sifat jamur secara drastis. Ada mycovirus yang membuat jamur tumbuh lebih lambat, kehilangan kemampuan menyebabkan penyakit, atau bahkan berubah menjadi organisme yang menguntungkan.

Sebaliknya, beberapa jenis mycovirus justru meningkatkan kemampuan jamur bertahan hidup atau memperkuat sifat patogennya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X