ragam

Kisah Petani Milenial Mego.Id di Padang, dari Green House Swadaya hingga Panen Melon 1,1 Ton

Minggu, 4 Oktober 2026 | 16:03 WIB
Budidaya melon melalui sistem hidroponik yang dikembangkan KUBE Mego.Id. (Foto: Kominfo Padang)

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Manajer PT PLN (Persero) UP3 Padang Rudi Hamidi kepada Ketua Kelompok Mego.Id Arif Abdul Putra.

Bantuan tersebut kemudian mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Ia melihat pengembangan urban farming seperti yang dilakukan Mego.Id memiliki arti penting di tengah persoalan keterbatasan lahan perkotaan.

Menurut Maigus, pertumbuhan perkotaan yang pesat menyisakan sejumlah tantangan, termasuk berkurangnya lahan hijau dan persoalan ketahanan pangan. Karena itu, urban farming dinilai menjadi salah satu pilihan yang dapat dikembangkan.

"Kita berkomitmen mengembangkan urban farming dengan memberdayakan komunitas-komunitas yang mempunyai semangat, kepedulian dan keinginan untuk meningkatkan perekonomian. Kita telah meluncurkan gerakan urban farming dengan melibatkan 200 Kepala Keluarga bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar. Kita apresiasi PLN Sumbar yang telah memberikan bantuan kepada KUBE Mego Hydrofarm Indonesia. Semoga ini menjadi percontohan bagi kelompok lain, dan kita menargetkan kelompok petani milenial ini ada satu per kelurahan," ungkap Maigus Nasir.

Ketika Panen Mulai Meningkat

Bagi kelompok usaha yang tengah berkembang, peningkatan produksi menjadi salah satu ukuran penting. Perubahan itu terlihat jelas di Mego.Id.

Dari yang sebelumnya hanya menghasilkan sekitar 300 kilogram setiap tiga bulan, produksi kini mencapai sekitar 1,1 ton setiap bulan setelah mendapat dukungan produksi dan pembangunan green house.

Peningkatan tersebut membuat dukungan terhadap sarana produksi menjadi bagian penting dalam perjalanan kelompok. Budidaya melon yang sebelumnya dijalankan dengan kemampuan sendiri kemudian berkembang setelah adanya kemitraan dengan PLN.

Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN UID Sumbar Bambang Santoso mengatakan kehadiran PLN melalui program tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Saya berharap KUBE Mego.Id ini dapat terus tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan memberikan dampak bagi masyarakat di Kelurahan Pisang. Kami juga berharap dukungan agar program ini terus berlanjut, dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak," sebut Bambang Santoso.

Harapan itu bertemu dengan perjalanan yang sudah lebih dulu dimulai oleh anggota Mego.Id. Sebelum bantuan datang, mereka telah mencoba membangun usaha melalui cara yang mereka mampu. Green house dibangun secara swadaya, sementara lahan secara bertahap dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Kini, hampir separuh dari lahan keseluruhan telah menggunakan sistem hidroponik.

Mego.Id dan Harapan Urban Farming Padang

Perjalanan Mego.Id berlangsung di tengah upaya Kota Padang mengembangkan pertanian perkotaan. Bagi pemerintah daerah, urban farming tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penguatan kegiatan ekonomi.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah meluncurkan gerakan urban farming dengan melibatkan 200 kepala keluarga melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar.

Dalam konteks tersebut, Mego.Id menjadi salah satu kelompok yang mendapat dukungan melalui program TJSL PLN. Pemko Padang berharap keberadaan kelompok seperti ini dapat menjadi percontohan bagi kelompok lain.

Bahkan, Maigus menargetkan kelompok petani milenial dapat hadir satu di setiap kelurahan.

Halaman:

Tags

Terkini