Aling mengaku merasakan perubahan suasana ketika melintasi Jalan Soekarno Hatta. Jalan yang biasa dilewatinya saat berangkat bekerja maupun bepergian ke pusat Kota Padang Panjang itu terasa lebih istimewa ketika bunga Tabebuya bermekaran.
“Apalagi saat Tabebuya berguguran, sangat indah dipandang, ditambah kabut pagi yang menyelimutinya. Jadi, saya tertarik untuk mengabadikan momen ini,” katanya.
Rela Datang Pukul 06.00 untuk Mengabadikan Tabebuya
Ketertarikan Aling terhadap keindahan Tabebuya bahkan membuatnya mengajak rekan-rekan sekantor untuk berfoto dan membuat video di kawasan tersebut. Mereka memilih waktu sekitar pukul 06.00 pagi untuk mendapatkan suasana yang diinginkan.
Menurut Aling, kombinasi bunga Tabebuya, kabut yang menyelimuti kawasan, serta suasana pagi membuat hasil foto dan video terlihat semakin menarik. Pemilihan busana bergaya musim dingin juga menjadi salah satu unsur yang mendukung tampilan visual dalam dokumentasi mereka.
Momen tersebut memperlihatkan bagaimana keindahan lingkungan perkotaan dapat menarik perhatian masyarakat untuk membuat dokumentasi kreatif. Jalan yang sehari-hari digunakan untuk mobilitas warga itu juga menjadi tempat untuk menikmati pemandangan ketika bunga Tabebuya bermekaran.
Meski menarik untuk dijadikan lokasi berfoto, masyarakat tetap diimbau menjaga kebersihan kawasan, tidak memetik bunga, dan tidak merusak pohon. Warga juga perlu memperhatikan keselamatan saat mengambil foto maupun video di tepi jalan agar kegiatan tersebut tidak membahayakan diri sendiri ataupun pengguna jalan lainnya. (*)