Haipadang.com – Sebanyak 75 anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Nagari Kabupaten Tanah Datar dikerahkan ke Arosuka, Kabupaten Solok, untuk membantu proses pemulihan setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang atau galodo. Tim membawa tenaga serta sejumlah perlengkapan pendukung untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Para anggota Satgas tersebut secara resmi diberangkatkan oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly dari Gedung Indojolito, Batusangkar, Senin (28/9/2026).
Pengiriman puluhan personel itu menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Tanah Datar terhadap warga Kabupaten Solok. Galodo yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) membuat masyarakat setempat memasuki tahapan pemulihan dan membutuhkan dukungan dalam penanganan dampak bencana.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengatakan, keberangkatan Satgas Penanggulangan Bencana Nagari merupakan bagian dari misi kemanusiaan. Para personel diharapkan dapat membantu pekerjaan penanganan pascabencana sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.
"Ini kita melepas saudara-saudara kita, ada 75 orang yang berasal dari Satgas Bencana Nagari untuk berangkat ke Arosuka, Kabupaten Solok, dalam rangka misi kemanusiaan membantu penanganan bencana yang terjadi di Arosuka," ujarnya, dikutip Kamis (1/10/2026).
Sesampainya di wilayah terdampak, para relawan Tanah Datar akan bergabung dengan tim yang sebelumnya telah berada di lapangan. Pelaksanaan tugas juga dilakukan melalui koordinasi dengan posko utama Kabupaten Solok.
Koordinasi tersebut diperlukan agar pengerahan personel maupun penggunaan peralatan dapat disesuaikan dengan situasi yang dihadapi di lokasi. Dengan begitu, tenaga bantuan yang dibawa dari Tanah Datar dapat diarahkan untuk kebutuhan masyarakat sesuai kondisi lapangan.
Para anggota Satgas dijadwalkan menjalankan tugas selama tiga hari. Namun, durasi tersebut masih dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan penanganan bencana di lokasi.
Salah satu pekerjaan utama yang akan dilakukan ialah membantu membersihkan wilayah terdampak. Pembersihan terutama diarahkan pada material lumpur yang masih mengganggu sejumlah rumah, perkantoran, serta lingkungan tempat masyarakat beraktivitas.
Selain mengirimkan personel, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar turut membawa perlengkapan yang dapat mendukung kebutuhan penanganan bencana. Salah satunya berupa mobil tangki air bersih.
Mobil tangki tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan minum, keperluan sehari-hari, hingga kebutuhan berwudu.
"Termasuk mungkin ikut menyalurkan bantuan bantuan yang turun kepada tenda-tenda pengungsian. Kita juga membawa mobil tangki air yang bisa dimanfaatkan untuk air bersih, untuk keperluan minum, untuk keperluan wudu dan segala macam," kata Ahmad Fadly.
Selain menjalankan tugas membantu masyarakat, keselamatan para personel menjadi perhatian dalam pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut. Ahmad Fadly meminta seluruh anggota Satgas mematuhi arahan petugas yang berada di lokasi.
Para relawan juga diminta bekerja secara terkoordinasi dan tidak melakukan tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan diri maupun anggota tim lainnya.