Sumbar Masuk Usia 81 Tahun, Ekonomi Tumbuh 4,54 Persen di Triwulan II 2026

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:43 WIB
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat. (Foto: Hai Padang/Indra Kurniawan)
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat. (Foto: Hai Padang/Indra Kurniawan)

Haipadang.com — Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 4,54 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Secara kumulatif, ekonomi Sumbar sepanjang semester I 2026 tumbuh 4,77 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 3,70 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan yang disorot Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar saat provinsi itu memasuki usia ke-81 pada 1 Oktober 2026. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak semestinya hanya dilihat dari besaran angka, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujar Mahyeldi di Padang, Kamis (1/10/2026).

Menurut Mahyeldi, pertumbuhan ekonomi perlu menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, capaian ekonomi yang telah diraih perlu diikuti dengan penguatan berbagai sektor yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Sumbar pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika ekonomi Sumbar tumbuh 3,70 persen.

Jika dilihat secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada semester I 2026 mencapai 4,77 persen. Data tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi Sumbar.

Kemiskinan dan Pengangguran Ikut Menurun

Perkembangan ekonomi Sumbar juga berjalan bersama dengan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Sumbar tercatat sebanyak 311,14 ribu orang atau 5,27 persen.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan September 2025. Penurunan juga tercatat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumbar.

Berdasarkan data Februari 2026, TPT Sumbar berada pada angka 5,51 persen. Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 3,06 juta orang.

Jumlah penduduk bekerja tersebut meningkat sekitar 85,75 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Perkembangan ini menjadi bagian dari indikator yang menunjukkan kondisi ketenagakerjaan Sumbar seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi Pemprov Sumbar, pertumbuhan ekonomi perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Artinya, pertumbuhan tidak hanya menjadi indikator statistik, tetapi juga harus mampu menciptakan kesempatan kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan.

Mahyeldi mengatakan penguatan perekonomian Sumbar menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Pemerintah terus berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan oleh masyarakat.

IPM Sumbar Meningkat

Selain pertumbuhan ekonomi, perkembangan pembangunan Sumbar juga terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

IPM Sumbar pada 2025 mencapai 77,27. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada 76,43.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X