Sumbar Masuk Usia 81 Tahun, Ekonomi Tumbuh 4,54 Persen di Triwulan II 2026

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:43 WIB
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat. (Foto: Hai Padang/Indra Kurniawan)
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat. (Foto: Hai Padang/Indra Kurniawan)

Peningkatan IPM mencerminkan perkembangan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat. Dengan demikian, capaian pembangunan Sumbar tidak hanya terlihat dari indikator ekonomi, tetapi juga dari perkembangan kualitas manusia.

Mahyeldi menilai berbagai capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan dengan orientasi yang semakin kuat pada kesejahteraan masyarakat.

Memasuki usia ke-81, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor-sektor yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Sektor tersebut mencakup pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, serta perdagangan.

Penguatan sektor-sektor tersebut dinilai penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan kepada masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Ketangguhan Bencana

Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi dan indikator kesejahteraan tersebut, Sumbar menghadapi tantangan lain yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan, yakni risiko bencana.

Mahyeldi menegaskan, karakteristik Sumbar sebagai daerah dengan risiko bencana tinggi harus menjadi pertimbangan dalam pembangunan. Pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumbar pada penghujung 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan ekonomi dan ketangguhan bencana harus berjalan beriringan. Pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai perlu didukung kemampuan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

“Sumbar harus terus menjadi daerah yang responsif dalam menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh lembaga terkait terus kita perkuat,” kata Mahyeldi.

Penguatan ketangguhan bencana dilakukan melalui sejumlah langkah. Pemerintah memperkuat sistem penanggulangan bencana, menyusun standar operasional prosedur pada sejumlah klaster kebencanaan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Teknologi juga dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Bagi Mahyeldi, kemampuan daerah menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan proses evakuasi dan penanganan ketika bencana berlangsung. Tahap pemulihan setelah bencana juga menjadi bagian penting dari ketangguhan daerah.

Masyarakat harus dapat segera kembali menjalankan kehidupan setelah bencana. Aktivitas ekonomi juga perlu tetap berjalan, sementara risiko bencana pada masa mendatang harus dapat dikurangi.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan ekonomi Sumbar diarahkan agar tetap berjalan meski daerah menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.

 

Dorong Sektor Penggerak Ekonomi

Mahyeldi mengatakan pembangunan Sumbar ke depan perlu semakin diarahkan pada sektor-sektor yang mampu memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X