Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38 Ribu UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:22 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Uang Rupiah (Foto: Pixabay)

Di sisi lain, pemerintah daerah mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM. Dukungan yang diberikan dinilai tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga disertai pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu UMKM yang terdampak agar tidak berhenti pada tahap pemulihan kondisi usaha seperti sebelum bencana. Pelaku usaha justru didorong memanfaatkan momentum pemulihan untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan kapasitasnya.

Mahyeldi menyebut peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, pengelolaan keuangan, pemanfaatan digitalisasi pemasaran, perluasan pasar, jejaring kemitraan, hingga akses pembiayaan sebagai sejumlah aspek yang perlu diperkuat.

“Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

UMKM Diminta Tidak Takut Memulai Kembali

Mahyeldi juga mengajak pelaku UMKM terdampak bencana memanfaatkan program yang telah disiapkan. Para pelaku usaha diminta tetap berupaya melanjutkan kegiatan usaha meskipun menghadapi berbagai dampak akibat bencana.

Menurutnya, program pemulihan yang diberikan menjadi salah satu kesempatan bagi pelaku usaha untuk kembali membangun kegiatan ekonomi. Pelaku UMKM juga diharapkan tidak berhenti pada pemulihan, tetapi dapat meningkatkan kemampuan usaha melalui berbagai dukungan yang tersedia.

“Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” pesannya.

Program Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumbar kemudian diarahkan untuk menggabungkan dukungan pembiayaan, pelatihan, pendampingan, dan penguatan akses pasar.

Melalui rangkaian dukungan tersebut, program diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha yang terdampak bencana. Pada saat yang sama, pelaku UMKM di Sumbar didorong memiliki usaha yang lebih kuat, tangguh, dan mampu berkembang.

800 UMKM Ikuti Pelatihan

Pada pelaksanaan program Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumbar, sekitar 800 pelaku UMKM terdampak bencana mengikuti kegiatan pelatihan.

Pelatihan tersebut mencakup sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan pengembangan usaha. Di antaranya peningkatan kapasitas produksi, literasi keuangan, serta akses pasar.

Materi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha setelah terdampak bencana. Dengan peningkatan kapasitas produksi, pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat kegiatan usaha. Sementara literasi keuangan dan akses pasar menjadi bagian dari dukungan untuk pengembangan usaha selanjutnya.

Program tersebut juga melibatkan Unand melalui lembaga inkubator bisnis. Keterlibatan perguruan tinggi tersebut diarahkan untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada para pelaku UMKM.

Kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Unand diharapkan dapat memperkuat sejumlah aspek usaha, mulai dari kualitas produk, pemanfaatan teknologi, akses pasar, hingga pengembangan bisnis. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X