Inflasi Sumbar Naik 0,60% pada September, Ini Prakiraan BI hingga Akhir 2026

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:53 WIB
Ilustrasi Inflasi (Foto: Freepik)
Ilustrasi Inflasi (Foto: Freepik)

Haipadang.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Sumatera Barat (Sumbar) hingga akhir 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen. Prakiraan tersebut disampaikan di tengah perkembangan inflasi Sumbar pada September 2026 yang secara tahunan masih menunjukkan tren moderasi.

Kepala Perwakilan BI Sumbar, M. Abdul Majid Ikram mengatakan, pengendalian inflasi tetap perlu diperkuat hingga akhir tahun. Sebab, terdapat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi perkembangan harga, mulai dari kondisi cuaca hingga perubahan harga energi global.

Selain itu, hambatan distribusi dan pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi biaya produksi pangan.

"Inflasi Sumbar hingga akhir tahun diprakirakan tetap berada dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen," kata Abdul Majid Ikram dalam keterangan resmi dikutip Minggu (4/10/2026).

Inflasi Sumbar September 2026 Turun secara Tahunan

Pada September 2026, inflasi Sumatera Barat secara tahunan tercatat sebesar 3,50 persen year on year (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi pada Agustus 2026 yang mencapai 3,76 persen.

Perkembangan tersebut melanjutkan tren moderasi inflasi Sumbar yang telah berlangsung sejak Juni 2026. Sementara secara kumulatif dari Januari hingga September 2026, inflasi Sumbar tercatat sebesar 1,83 persen.

Meski secara tahunan mengalami moderasi, tekanan harga masih terlihat pada sejumlah komoditas. Daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan dengan andil sebesar 0,31 persen.

Selain itu, emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,30 persen, sedangkan beras menyumbang 0,23 persen.

Kenaikan harga daging ayam ras antara lain berkaitan dengan meningkatnya biaya pakan. Sementara tekanan terhadap harga beras dipengaruhi penurunan produksi akibat kerusakan lahan sawah setelah bencana serta keterbatasan pasokan dari luar daerah.

Di sisi lain, sejumlah komoditas memberikan kontribusi terhadap penurunan inflasi tahunan. Cabai merah tercatat memberikan andil deflasi sebesar 0,23 persen, diikuti bawang merah sebesar 0,16 persen dan telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Inflasi Bulanan Naik 0,60 Persen

Berbeda dengan perkembangan tahunan, inflasi Sumbar secara bulanan pada September 2026 justru mengalami peningkatan. Inflasi tercatat sebesar 0,60 persen month to month (mtm), naik dari 0,18 persen pada Agustus 2026.

Cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Sumbar. Komoditas tersebut memberikan andil sebesar 0,47 persen terhadap inflasi September 2026.

Tekanan harga cabai merah dipengaruhi tingginya pengiriman komoditas tersebut ke luar Sumatera Barat di tengah penurunan produksi secara nasional. Kondisi pasokan juga dipengaruhi berkurangnya produksi dari sejumlah wilayah yang terdampak erupsi serta kebakaran hutan dan lahan.

Gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) di sejumlah sentra produksi turut menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan cabai merah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X