Pameran Arsip Luhak Nan Tuo Ungkap Jejak Sejarah dan Identitas Tanah Datar

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 08:10 WIB
Sejumlah jejak perjalanan Kabupaten Tanah Datar dalam bentuk foto, peta, dokumen, hingga manuskrip kuno diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran arsip. (Foto: Kominfo Tanah Datar)
Sejumlah jejak perjalanan Kabupaten Tanah Datar dalam bentuk foto, peta, dokumen, hingga manuskrip kuno diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran arsip. (Foto: Kominfo Tanah Datar)

Haipadang.com – Sejumlah jejak perjalanan Kabupaten Tanah Datar yang tersimpan dalam bentuk foto, peta, dokumen, hingga manuskrip kuno diperkenalkan kepada masyarakat melalui Pameran Arsip bertema “Luhak Nan Tuo dalam Sejarah: Menjaga Warisan Budaya dan Memori Kolektif Daerah”.

Pameran yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu berlangsung di Depo Arsip Kabupaten Tanah Datar, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk melihat secara langsung berbagai arsip yang merekam perjalanan daerah dari masa ke masa. Arsip yang selama ini tersimpan dan belum banyak diketahui publik ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sejarah sekaligus memperkuat identitas daerah.

Bagi Pemkab Tanah Datar, arsip tidak semata-mata merupakan dokumen yang disimpan setelah tidak lagi digunakan. Di dalamnya terdapat informasi mengenai perjalanan masyarakat, pemerintahan, budaya, hingga perkembangan daerah yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.

Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sri Mulyani mengatakan, keberadaan arsip memiliki posisi penting karena menjadi bagian dari memori kolektif yang menghubungkan kehidupan masa lalu dengan kondisi saat ini dan masa depan.

“Arsip bukan hanya tumpukan kertas tua. Arsip merupakan memori kolektif bangsa, saksi bisu sejarah dan jendela yang merekam perjalanan hidup serta perjuangan para pendahulu kita,” ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, pameran arsip memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dalam memahami perjalanan sejarah Kabupaten Tanah Datar. Pengetahuan mengenai masa lalu tidak hanya dapat diperoleh melalui buku, tetapi juga melalui bukti-bukti sejarah yang masih tersimpan.

“Melalui pameran ini, masyarakat tidak hanya membaca sejarah dari buku, tetapi dapat melihat secara langsung berbagai arsip yang menjadi bagian dari perjalanan daerah. Ini penting untuk membangun kesadaran sejarah sekaligus memperkuat identitas daerah,” katanya.

Arsip Menjadi Memori untuk Generasi Mendatang

Sri Mulyani menilai penyelamatan arsip menjadi semakin penting karena berbagai dokumen, foto, maupun manuskrip yang tampak sederhana pada masa sekarang dapat memiliki nilai informasi yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Dokumen-dokumen tersebut dapat menjadi sumber bagi masyarakat untuk memahami berbagai peristiwa dan perkembangan yang pernah terjadi. Karena itu, keberadaan arsip perlu dijaga agar informasi yang terkandung di dalamnya tidak hilang dan tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Ia mengajak seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan kehidupan masyarakat untuk ikut berperan dalam penyelamatan arsip. Ajakan tersebut ditujukan kepada perangkat daerah, lembaga pendidikan, nagari, organisasi, hingga tokoh adat.

Menurutnya, penyelamatan arsip tidak cukup dilakukan dengan menyimpan dokumen dalam bentuk fisik. Arsip juga perlu didokumentasikan secara digital sebagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan maupun kehilangan dokumen bersejarah.

“Apa yang hari ini kita dokumentasikan akan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi selanjutnya. Karena itu, arsip harus diselamatkan dan dirawat, baik dalam bentuk fisik maupun digital,” tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan perkembangan teknologi perlu diikuti dalam pengelolaan arsip. Digitalisasi dapat menjadi bagian penting dalam memastikan arsip tetap aman sekaligus lebih mudah dimanfaatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X