Pameran Arsip Luhak Nan Tuo Ungkap Jejak Sejarah dan Identitas Tanah Datar

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 08:10 WIB
Sejumlah jejak perjalanan Kabupaten Tanah Datar dalam bentuk foto, peta, dokumen, hingga manuskrip kuno diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran arsip. (Foto: Kominfo Tanah Datar)
Sejumlah jejak perjalanan Kabupaten Tanah Datar dalam bentuk foto, peta, dokumen, hingga manuskrip kuno diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran arsip. (Foto: Kominfo Tanah Datar)

Dengan pengelolaan yang baik, arsip tidak hanya berfungsi sebagai catatan masa lalu. Dokumen tersebut juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelajaran, penelitian, pengembangan kebudayaan hingga memperkuat identitas daerah.

Belajar dari Masa Lalu untuk Menatap Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa pelestarian sejarah bukan berarti membuat masyarakat terus hidup dalam masa lalu. Sejarah justru dapat menjadi sumber pembelajaran untuk menentukan arah kehidupan di masa depan.

Nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, seperti adat, agama, gotong royong, musyawarah, dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat, dinilai tetap memiliki relevansi bagi generasi sekarang.

“Belajar dari masa lalu bukan berarti terjebak di masa lalu. Nan elok dipakai, nan buruk dibuang. Dari sejarah kita belajar perjuangan, dari adat kita belajar nilai dan marwah, sementara dari masa lalu kita menemukan jati diri,” ungkapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar tidak kehilangan hubungan dengan sejarah dan budaya daerah. Pengenalan terhadap arsip dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan berbagai jejak perjalanan masyarakat Tanah Datar.

Sri Mulyani berharap generasi muda semakin mengenal sejarah, adat, dan budaya daerah. Dengan demikian, warisan Luhak Nan Tigo tidak hanya menjadi cerita atau kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dapat menjadi pedoman dalam membangun masa depan.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus diwariskan sehingga pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga tetap berlandaskan budaya, ilmu pengetahuan, dan martabat masyarakat.

Tampilkan Foto, Peta hingga Manuskrip Kuno

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar Ermon Revlin selaku ketua pelaksana mengatakan pameran menghadirkan sejumlah arsip dengan beragam nilai dan informasi.

Menurut Ermon, koleksi yang ditampilkan tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga memuat informasi mengenai budaya, pemerintahan, serta perkembangan pembangunan Kabupaten Tanah Datar dari masa ke masa.

“Pameran ini menghadirkan arsip yang menggambarkan perjalanan Kabupaten Tanah Datar dari masa ke masa. Kami berharap masyarakat dapat mengenal, memahami dan menghargai sejarah daerah melalui arsip yang ditampilkan,” jelasnya.

Berbagai koleksi tersebut berasal dari sejumlah sumber. Di antaranya arsip foto dan peta yang merupakan koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar.

Selain itu, pameran juga menghadirkan manuskrip dan naskah kuno yang berasal dari masyarakat pecinta sejarah. Kehadiran koleksi tersebut memperlihatkan bahwa jejak sejarah daerah tidak hanya tersimpan dalam lembaga pemerintahan, tetapi juga berada di tengah masyarakat.

Pameran kemudian menjadi ruang pertemuan antara arsip, masyarakat, dan pengetahuan sejarah. Pengunjung dapat melihat secara langsung sejumlah bahan yang selama ini menjadi bagian dari penyimpanan arsip dan sumber sejarah daerah.

Kegiatan tersebut diikuti dan dikunjungi berbagai unsur. Mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, perangkat daerah, pengelola arsip perangkat daerah, pelajar, mahasiswa, insan kearsipan hingga masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut diharapkan membuat pameran tidak berhenti sebagai kegiatan menampilkan koleksi arsip. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bersama sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap pentingnya penyelamatan arsip daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X