Desa Wisata Fair III di Padang Panjang Angkat Potensi Wisata dan Budaya Sumbar

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:18 WIB
Pembukaan Desa Wisata Fair III di Desa Wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang, Jumat (9/10/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)
Pembukaan Desa Wisata Fair III di Desa Wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang, Jumat (9/10/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Pertunjukan seni tersebut sekaligus memberikan ruang bagi komunitas budaya untuk memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai kelompok seni, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga memperlihatkan kekayaan tradisi dan kreativitas masyarakat Sumbar.

Disporapar Kota Padang Panjang turut mengajak peserta lomba fotografi dan videografi, konten kreator, serta peserta pertunjukan untuk mengunjungi sejumlah lokasi wisata di kota tersebut.

Kunjungan itu diharapkan dapat menghasilkan materi publikasi yang memperkenalkan destinasi wisata Padang Panjang kepada khalayak yang lebih luas. Foto, video, dan konten yang dibuat para peserta juga diharapkan dapat membantu memperkuat promosi potensi pariwisata daerah.

Pelibatan fotografer, videografer, dan konten kreator menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan destinasi wisata melalui berbagai bentuk karya visual. Dengan demikian, informasi mengenai lokasi wisata dan kekayaan budaya daerah berpeluang menjangkau masyarakat melalui beragam saluran publikasi.

Tradisi Bagerai dari Simpang Sugiran Turut Diperkenalkan

Salah satu penampilan yang menarik perhatian dalam rangkaian Desa Wisata Fair III berasal dari Fitri, peserta pertunjukan dari Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam kegiatan tersebut, Fitri menampilkan tradisi menuai padi yang dikenal dengan sebutan bagerai. Penampilan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi masyarakat Simpang Sugiran kepada pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Fitri menjelaskan bahwa keikutsertaannya tidak hanya bertujuan menampilkan kesenian atau tradisi daerah, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya masyarakat setempat kepada orang-orang dari wilayah lain.

Selain menjadi sarana promosi kebudayaan, partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial antardaerah melalui pertemuan para pelaku seni dan budaya dalam satu kegiatan.

“Kami ingin memperkenalkan budaya Simpang Sugiran sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” ujarnya.

Penampilan tradisi bagerai dari Simpang Sugiran menambah keragaman pertunjukan dalam Desa Wisata Fair III. Keterlibatan peserta dari Kabupaten Limapuluh Kota juga memperlihatkan ruang pertemuan antardaerah yang terbuka melalui kegiatan promosi wisata dan budaya di Kubu Gadang, Kota Padang Panjang. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X