Haipadang.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) mempercepat pemulihan jaringan listrik setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) sore. Petugas dikerahkan untuk menangani kerusakan infrastruktur kelistrikan, terutama di kawasan Lubuk Minturun dan Kelurahan Guo, Kecamatan Kuranji.
Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat. Sejumlah infrastruktur listrik mengalami kerusakan akibat banjir, mulai dari tiang yang roboh dan miring hingga jaringan tegangan rendah yang memerlukan perbaikan langsung di lapangan.
Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) pukul 16.00 WIB berdampak pada jaringan distribusi listrik di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang. Gangguan tersebut terutama terjadi di wilayah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tabing dan ULP Kuranji.
Kondisi lingkungan setelah banjir menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam proses pemulihan. Petugas tidak hanya menangani kerusakan jaringan, tetapi juga melakukan pengamanan instalasi dan memastikan lokasi pekerjaan memungkinkan untuk ditangani secara aman.
PLN mengerahkan personel untuk memeriksa kondisi infrastruktur, memperbaiki jaringan yang terdampak, serta melakukan penormalan pasokan listrik secara bertahap. Penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan akses menuju titik gangguan.
General Manager PLN UID Sumbar, Ririn Rachmawardini, mengatakan perusahaan berupaya memulihkan pasokan listrik bagi pelanggan terdampak dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas.
“Petugas PLN terus berupaya menangani jaringan yang terdampak agar pasokan listrik dapat kembali dinikmati masyarakat dengan aman. Kami berharap upaya ini dapat membantu warga melewati masa sulit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Ririn, dikutip Senin (12/10/2026).
PLN Koordinasi dengan BPBD untuk Percepat Penanganan
Untuk memastikan proses pemulihan berjalan terkoordinasi, Manager PLN UP3 Padang, Rudi Hamiri, bersama tim mengawal pekerjaan di lapangan. PLN juga menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terutama untuk mendukung pembukaan akses menuju lokasi terdampak.
Koordinasi tersebut diperlukan agar petugas dapat menjangkau titik kerusakan dan melakukan perbaikan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan pascabanjir. Aspek keselamatan menjadi perhatian selama proses penanganan, baik bagi personel yang bekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap, termasuk penormalan di kawasan Pasar Lalang dan Lumin Park. Setelah penormalan di lokasi tersebut, pekerjaan dilanjutkan dengan memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang terdampak banjir.
Perbaikan ditujukan untuk memastikan jaringan dapat kembali beroperasi dengan aman sekaligus mendukung pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat. Setiap pekerjaan disesuaikan dengan kondisi kerusakan di masing-masing lokasi, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cermat.
Di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih setelah banjir, petugas terus melakukan upaya perbaikan dengan memperhatikan keamanan jaringan dan keandalan pasokan listrik. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan gangguan kelistrikan yang terjadi akibat bencana.
Upaya yang dilakukan PLN telah membuat pasokan listrik kembali normal bagi sebagian besar pelanggan terdampak. Namun, masih ada dua pelanggan di wilayah Tabing yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Pasokan listrik menuju kedua rumah tersebut untuk sementara diisolasi. Langkah pengamanan itu dilakukan guna mencegah potensi bahaya kelistrikan, mengingat kondisi bangunan dan instalasi di rumah tersebut belum memungkinkan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Dampak Banjir Padang: 120 Rumah Terendam, 238 Warga Dievakuasi