Dua Rumah di Tabing Belum Bisa Dialiri Listrik
Ririn menjelaskan, pemulihan jaringan tidak cukup hanya dengan memastikan listrik kembali menyala. PLN juga harus memperhatikan keamanan instalasi dan kondisi lingkungan pelanggan, terutama apabila bangunan mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Menurut dia, penormalan pasokan listrik perlu mempertimbangkan risiko yang dapat muncul ketika bangunan atau instalasi belum berada dalam kondisi aman. Karena itu, pasokan listrik ke dua rumah pelanggan di wilayah Tabing tetap diisolasi sementara hingga memungkinkan untuk ditangani lebih lanjut.
“Bagi kami, memastikan listrik kembali menyala harus berjalan seiring dengan memastikan keselamatan masyarakat. Pada rumah yang mengalami kerusakan berat, pasokan listrik sementara kami amankan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan penghuni. Penanganan akan terus kami kawal hingga kondisi di lokasi memungkinkan untuk dilakukan penormalan kembali. Kami ingin masyarakat tidak hanya kembali mendapatkan listrik, tetapi juga merasa aman saat menggunakannya,” jelas Ririn.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan penghuni rumah. Penormalan baru dapat dilakukan setelah kondisi bangunan dan instalasi memungkinkan untuk ditangani dengan aman.
Sementara itu, pemulihan di wilayah lain yang terdampak terus dilakukan secara bertahap. PLN mengupayakan agar jaringan yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dengan memperhatikan kondisi lapangan dan tingkat kerusakan infrastruktur.
PLN Imbau Warga Waspadai Bahaya Listrik Pascabanjir
Selain menangani kerusakan jaringan, PLN UID Sumbar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan setelah banjir. Kondisi instalasi yang terendam air atau mengalami kerusakan dapat menimbulkan risiko apabila disentuh maupun digunakan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Warga diminta tidak menyentuh instalasi listrik yang terendam air, kabel yang terkelupas, serta tiang dan jaringan listrik yang mengalami kerusakan. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan kondisi kelistrikan yang berpotensi membahayakan.
Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile agar informasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh petugas. Pelaporan ini menjadi salah satu cara untuk membantu mempercepat penanganan terhadap kondisi yang berisiko bagi keselamatan warga.
PLN UID Sumbar memastikan penanganan jaringan terdampak banjir terus dikawal melalui kesiapan personel, dukungan material, dan koordinasi dengan pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pemulihan aktivitas masyarakat setelah bencana.
Di tengah proses pemulihan, PLN tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam setiap pekerjaan. Penanganan jaringan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi infrastruktur dan lingkungan pelanggan agar pasokan listrik dapat kembali tersedia secara aman dan andal. (*)
Artikel Terkait
Dampak Banjir Padang: 120 Rumah Terendam, 238 Warga Dievakuasi