Likari, Inovasi Universitas Bung Hatta untuk Mempermudah Belajar Bahasa Jepang

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Senin, 12 Oktober 2026 | 22:10 WIB
Pengenalan aplikasi Likari di SMK Swasta Pembina Bangsa, Kota Bukittinggi. (Foto: UBH)
Pengenalan aplikasi Likari di SMK Swasta Pembina Bangsa, Kota Bukittinggi. (Foto: UBH)

Haipadang.com – Universitas Bung Hatta (UBH) memperkenalkan aplikasi Likari sebagai media pembelajaran digital untuk membantu siswa menguasai kosakata Bahasa Jepang di SMK Swasta Pembina Bangsa, Kota Bukittinggi. Aplikasi yang mengusung konsep Lima Kata dalam Satu Hari ini dikembangkan untuk mendorong kebiasaan belajar bahasa asing secara bertahap, konsisten, dan fleksibel.

Pengenalan Likari menjadi salah satu upaya menghadirkan inovasi berbasis teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah kejuruan. Melalui aplikasi tersebut, siswa diharapkan dapat mempelajari dan mengingat kosakata Bahasa Jepang secara lebih efektif, baik saat mengikuti pembelajaran di kelas maupun ketika belajar secara mandiri.

Aplikasi Likari merupakan hasil penelitian yang diketuai oleh Rektor UBH, Prof. Diana Kartika. Pengembangannya melibatkan sejumlah akademisi dengan keahlian di bidang bahasa, teknologi informasi, dan bidang terkait lainnya, serta didukung tim teknis untuk menunjang pengembangan aplikasi.

Diana menjelaskan bahwa Likari dirancang sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Jepang yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Konsep Lima Kata dalam Satu Hari menjadi dasar pendekatan pembelajaran yang diterapkan, yakni membiasakan siswa mempelajari kosakata dalam jumlah terukur setiap hari.

“Aplikasi Likari diperkenalkan sebagai media pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan adaptif. Melalui pemanfaatan aplikasi ini, guru dan siswa dapat memahami fitur serta cara penggunaannya untuk mendukung pembelajaran Bahasa Jepang, khususnya dalam memperkuat penguasaan kosakata,” jelasnya, dikutip dari situs resmi UBH, Senin (12/11/2026).

Menurut Diana, penguasaan kosakata merupakan salah satu fondasi utama dalam mempelajari bahasa asing. Karena itu, kehadiran Likari diharapkan dapat menjadi alternatif media belajar yang membantu siswa memahami sekaligus mengingat kosakata Bahasa Jepang dengan lebih efektif.

Pendekatan pembelajaran melalui Likari juga diarahkan untuk memberikan keleluasaan kepada siswa dalam mengatur kegiatan belajar. Dengan memanfaatkan aplikasi digital, proses mempelajari kosakata tidak hanya bergantung pada kegiatan pembelajaran tatap muka, tetapi juga dapat dilakukan secara mandiri sesuai kebutuhan pengguna.

“Melalui Aplikasi Likari, siswa dapat belajar kosakata Bahasa Jepang secara lebih fleksibel dan interaktif. Harapannya, aplikasi ini tidak hanya menjadi media pendukung pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong siswa membangun kebiasaan belajar secara mandiri,” ujarnya.

Likari Dikembangkan dengan Pendekatan NLP

Selain mengandalkan konsep pembelajaran Lima Kata dalam Satu Hari, aplikasi Likari terus dikembangkan dengan memanfaatkan pendekatan Natural Language Processing (NLP) atau pemrosesan bahasa alami.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dan kemampuan pengguna. Dengan pengembangan teknologi tersebut, Likari diharapkan dapat terus disempurnakan sebagai media pembelajaran Bahasa Jepang yang relevan dengan kebutuhan siswa.

Pemanfaatan NLP menjadi bagian dari upaya pengembangan aplikasi agar teknologi dapat mendukung proses pembelajaran bahasa. Pengembangan ini juga menunjukkan keterkaitan antara bidang pendidikan dan inovasi teknologi digital dalam menghadirkan alternatif metode belajar bagi peserta didik.

Dalam penerapannya di SMK Swasta Pembina Bangsa, pengenalan aplikasi ini turut memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk memahami fitur serta mekanisme penggunaan Likari. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting agar aplikasi dapat dimanfaatkan sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar, khususnya untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Jepang.

Kepala SMK Swasta Pembina Bangsa Sambut Baik Inovasi Likari

Kepala SMK Swasta Pembina Bangsa, Zardoni, menyambut positif pengenalan aplikasi Likari di lingkungan sekolahnya. Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital.

Penggunaan media digital dalam kegiatan pendidikan diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu, pemanfaatan aplikasi juga membuka kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh akses terhadap sumber pembelajaran Bahasa Jepang melalui metode yang lebih fleksibel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X