Diduga Hendak Tawuran, 12 Pelajar di Padang Diamankan Satpol PP

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi Tawuran Pelajar (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Tawuran Pelajar (Foto: Istimewa)

"Orang tua diimbau lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk lingkungan pergaulan dan kegiatan mereka di luar rumah," katanya.

Menurut Chandra, upaya pencegahan tawuran tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu menjalankan peran masing-masing untuk mengarahkan pelajar agar menjauhi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan.

"Pencegahan tawuran tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Keluarga, pihak sekolah dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk mengarahkan pelajar agar menjauhi tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," ujar Chandra.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan pelajar. Pengawasan dari keluarga perlu berjalan beriringan dengan peran sekolah dan masyarakat agar pelajar memiliki lingkungan yang mendorong mereka melakukan kegiatan positif.

Pelajar Harus Dijemput Orang Tua untuk Pulang

Dalam penanganan terhadap 12 pelajar di Tampat Durian, Satpol PP Padang menetapkan bahwa mereka hanya diperbolehkan kembali ke rumah setelah dijemput oleh orang tua masing-masing.

Ketentuan tersebut diberlakukan setelah para pelajar dibawa ke Markas Komando Satpol PP Padang untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Penjemputan oleh orang tua menjadi bagian dari mekanisme penyelesaian penanganan terhadap para pelajar tersebut.

Melalui mekanisme ini, orang tua diharapkan dapat mengetahui penanganan yang dijalani anak sekaligus memberikan perhatian terhadap aktivitas dan pergaulan mereka. Pengawasan keluarga dinilai penting untuk membantu mencegah kejadian serupa serta mengarahkan pelajar agar tidak terlibat dalam perilaku berisiko.

Chandra menegaskan bahwa tawuran bukan hanya persoalan ketertiban umum, melainkan juga tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku maupun orang lain. Oleh sebab itu, pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak ketertiban.

"Melalui pengawasan dan pembinaan yang melibatkan orang tua, diharapkan para pelajar dapat menghindari pergaulan yang berisiko serta memilih kegiatan yang lebih bermanfaat bagi perkembangan diri dan masa depan mereka," tuturnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X