Karhutla Ganggu Penerbangan, Dua Pesawat dari dan ke Soekarno-Hatta Batal

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:05 WIB
Langit Jakarta yang disebut dipenuhi kabut asap imbas karhutla. (Foto: Threads/wulansarimochtar)
Langit Jakarta yang disebut dipenuhi kabut asap imbas karhutla. (Foto: Threads/wulansarimochtar)

Haipadang.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu perjalanan udara dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pada Sabtu (17/10/2026), dua penerbangan tercatat batal setelah jarak pandang di sejumlah bandara tujuan tidak memenuhi batas minimum keselamatan penerbangan.

PT Angkasa Pura Indonesia mencatat pembatalan tersebut sebagai salah satu dampak kabut asap terhadap operasional transportasi udara. Meski terdapat penerbangan yang tidak dapat diberangkatkan atau dilayani sesuai rencana, pengelola memastikan aktivitas operasional Bandara Soekarno-Hatta secara keseluruhan masih terkendali.

Assistant Deputy Communication & Legal Soekarno-Hatta Executive Office, Yudistiawan, menjelaskan bahwa keputusan membatalkan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah menyebabkan jarak pandang di beberapa bandara tujuan berada di bawah ambang batas minimum operasional.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi operasional penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan penerbangan dan penumpang terdampak berjalan dengan baik,” kata Yudistiawan saat ditemui awak wartawan.

Untuk mengantisipasi dampak gangguan perjalanan udara, pengelola Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan langkah mitigasi di area terminal. Upaya tersebut ditujukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang yang berpotensi terjadi akibat penundaan maupun pembatalan penerbangan.

Pemantauan kondisi operasional dan koordinasi dengan maskapai serta pihak terkait dilakukan untuk mendukung penanganan penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.

95 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Tiga Wilayah

Gangguan penerbangan akibat karhutla tidak hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa kabut asap turut memengaruhi sejumlah penerbangan di wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

Berdasarkan laporan Kemenhub dengan data hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 95 penerbangan terdampak selama periode 10–12 Oktober 2026. Penerbangan tersebut dioperasikan oleh lima maskapai.

Angka 95 penerbangan itu merujuk pada kejadian dalam rentang waktu tersebut. Data itu bukan jumlah kumulatif terbaru gangguan penerbangan akibat karhutla hingga Sabtu (17/10/2026).

Kabut asap menjadi tantangan bagi operasional penerbangan karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pesawat, baik ketika lepas landas maupun saat melakukan pendaratan.

Apabila jarak pandang di bandara tidak memenuhi standar keselamatan yang berlaku, penundaan hingga pembatalan penerbangan dapat dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk melindungi penumpang dan awak pesawat dari risiko yang dapat timbul akibat kondisi operasional yang tidak memenuhi persyaratan.

Penumpang Diminta Memeriksa Status Penerbangan

Di tengah potensi gangguan akibat kabut asap, calon penumpang diimbau memastikan status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui kanal resmi maskapai yang digunakan untuk perjalanan.

Langkah tersebut penting agar penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan maupun kemungkinan perubahan layanan akibat kondisi di bandara tujuan.

Sementara itu, masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan Bandara Soekarno-Hatta dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X