Haipadang.com – Motor listrik kini semakin banyak digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Namun, karakter kendaraan yang tidak menggunakan mesin pembakaran bukan berarti pemilik bisa mengabaikan perawatan. Justru, sejumlah kebiasaan dalam menggunakan dan mengisi daya perlu diperhatikan agar performa kendaraan tetap terjaga.
Berbeda dengan sepeda motor konvensional, motor listrik tidak memiliki mesin pembakaran yang membutuhkan penggantian oli mesin ataupun perawatan busi. Kendati demikian, kendaraan ini tetap memiliki sejumlah komponen penting yang harus dirawat secara rutin.
Baterai menjadi salah satu bagian yang paling mendapat perhatian karena berhubungan dengan jarak tempuh dan performa motor. Selain itu, sistem pengisian daya, sistem kelistrikan, ban, rem hingga komponen kaki-kaki juga membutuhkan pemeriksaan.
Perawatan yang tepat bukan hanya bertujuan menjaga motor tetap nyaman digunakan. Kebiasaan tersebut juga diperlukan untuk membantu mempertahankan kondisi berbagai komponen sekaligus memperpanjang masa penggunaannya.
Lantas, apa saja yang perlu dilakukan pemilik agar motor listrik tetap awet?
1. Jangan Menunggu Baterai Benar-Benar Habis
Baterai menjadi komponen vital pada motor listrik. Kondisinya memiliki pengaruh terhadap kemampuan kendaraan menempuh perjalanan sekaligus performanya saat digunakan.
Karena itu, pemilik sebaiknya tidak membiasakan kendaraan digunakan sampai daya baterai benar-benar kosong. Dalam panduan perawatan baterai motor listrik, Polytron menyarankan pengisian dilakukan ketika daya masih tersedia dan menghindari kondisi baterai terlalu rendah.
Pengisian juga disarankan tetap dilakukan secara berkala meskipun motor listrik sedang jarang digunakan. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu bagian dari perawatan baterai.
Meski begitu, setiap model motor listrik dapat memiliki ketentuan pengisian yang berbeda. Oleh sebab itu, pengguna tetap perlu menjadikan buku manual kendaraan sebagai rujukan utama sebelum menentukan pola pengisian baterai.
Dengan mengikuti petunjuk yang diberikan produsen, pemilik dapat menyesuaikan cara penggunaan dan pengisian dengan karakteristik kendaraan yang dimiliki.
2. Pastikan Charger Sesuai dengan Kendaraan
Selain baterai, perangkat pengisi daya juga tidak boleh digunakan secara sembarangan. Charger merupakan bagian dari sistem pengisian motor listrik sehingga kesesuaiannya dengan kendaraan perlu diperhatikan.
Polytron menyarankan pemilik menggunakan charger dan kabel yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan atau perangkat bawaan motor. Penggunaan kabel maupun charger yang tidak memiliki spesifikasi sesuai dapat menimbulkan masalah dalam proses pengisian dan berpotensi memengaruhi komponen baterai.
Pemilik juga tidak dianjurkan melakukan modifikasi charger secara mandiri ketika perangkat mengalami kerusakan. Sebagai gantinya, gunakan perangkat pengganti yang direkomendasikan oleh produsen.
Langkah tersebut penting agar proses pengisian tetap dilakukan menggunakan perangkat yang sesuai dengan sistem kendaraan.