lifestyle

Jangan Tunggu Kempis, Ini 5 Risiko Ban Motor Kurang Angin yang Perlu Diwaspadai

Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi Ban Motor (Foto: Promedia)

Kondisi ban yang terlihat baik dari luar belum tentu menunjukkan tekanan udara di dalamnya sudah tepat. Penggunaan alat pengukur tekanan dapat membantu memperoleh angka yang lebih akurat.

Berapa Tekanan Angin Ban Motor yang Ideal?

Tekanan angin ideal tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis sepeda motor. Setiap model memiliki karakteristik, bobot, dan ukuran ban yang berbeda sehingga membutuhkan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan.

Sebagai gambaran umum, sepeda motor matik dan bebek biasanya menggunakan tekanan sekitar 29–30 psi untuk ban depan dan 31–33 psi untuk ban belakang.

Namun, angka tersebut hanya merupakan patokan umum dan bukan standar yang berlaku untuk seluruh model motor. Pengendara tetap harus mengutamakan informasi tekanan ban yang tercantum dalam buku manual atau petunjuk resmi pada kendaraan masing-masing.

Mengikuti rekomendasi pabrikan membantu memastikan tekanan ban sesuai dengan kebutuhan motor. Dengan demikian, pengendara tidak hanya mengandalkan perkiraan berdasarkan tampilan ban atau sensasi ketika menekannya.

Jangan Periksa Tekanan Saat Ban Masih Panas

Selain memperhatikan angka tekanan, pengendara juga perlu memilih waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan. Tekanan ban dianjurkan untuk diukur ketika kondisi ban masih dingin.

Setelah motor digunakan dalam perjalanan, suhu ban akan meningkat. Perubahan temperatur tersebut turut memengaruhi tekanan udara di dalam ban sehingga hasil pengukuran ketika ban masih panas bisa lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya.

Jika pengendara tidak memperhitungkan kondisi tersebut, angka yang terbaca dapat memberikan gambaran yang berbeda dari tekanan ban ketika masih dingin.

Waktu yang disarankan untuk memeriksa tekanan adalah sebelum motor digunakan atau setelah kendaraan berhenti cukup lama. Pemeriksaan dalam kondisi tersebut membantu pengendara memperoleh hasil pengukuran yang lebih sesuai untuk dibandingkan dengan rekomendasi pabrikan.

Tekanan Ban Perlu Diperiksa Minimal Seminggu Sekali

Untuk menjaga tekanan tetap sesuai, pemeriksaan ban sebaiknya dilakukan secara rutin, setidaknya satu kali dalam seminggu. Pemeriksaan juga perlu dilakukan sebelum perjalanan jauh, terutama apabila motor akan membawa penumpang atau barang tambahan.

Pengendara sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengamatan visual. Ban yang masih terlihat normal belum tentu memiliki tekanan udara sesuai dengan rekomendasi.

Penggunaan alat pengukur tekanan atau tire pressure gauge dapat membantu mendapatkan angka yang lebih akurat. Hasil pengukuran tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan ketentuan tekanan ban untuk model motor yang digunakan.

Kebiasaan memeriksa tekanan secara berkala juga memungkinkan pengendara mengetahui lebih awal apabila angin berkurang. Dengan begitu, penyesuaian tekanan dapat dilakukan sebelum kondisi ban memengaruhi kenyamanan dan pengendalian motor.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ban Motor Kurang Angin?

Apabila hasil pengukuran menunjukkan tekanan ban berada di bawah rekomendasi, pengendara sebaiknya segera menambahkan angin hingga mencapai angka yang ditentukan pabrikan.

Namun, penambahan angin saja belum tentu menyelesaikan masalah apabila tekanan terus berkurang dalam waktu singkat. Kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kebocoran.

Halaman:

Tags

Terkini