Jangan Tunggu Kempis, Ini 5 Risiko Ban Motor Kurang Angin yang Perlu Diwaspadai

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi Ban Motor (Foto: Promedia)
Ilustrasi Ban Motor (Foto: Promedia)

Haipadang.com – Tekanan angin ban sepeda motor kerap luput dari perhatian pengendara. Banyak yang baru memeriksanya ketika ban terlihat kempis atau kendaraan mulai terasa tidak nyaman saat digunakan. Padahal, tekanan ban yang berada di bawah rekomendasi pabrikan dapat memengaruhi pengendalian, efisiensi bahan bakar, hingga usia pakai ban.

Yamaha Indonesia mengingatkan bahwa tekanan angin merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kinerja ban ketika bersentuhan dengan permukaan jalan. Oleh karena itu, pengisian angin tidak seharusnya hanya mengandalkan perkiraan atau patokan bahwa ban sudah terasa keras.

"Tekanan angin merupakan salah satu faktor penting yang menentukan bagaimana ban bekerja ketika bersentuhan dengan permukaan jalan. Karena itu, tekanan ban tidak seharusnya hanya diisi berdasarkan perkiraan atau sekadar terasa keras," tulis Yamaha Indonesia, Jumat (9/10/2026).

Kondisi ban yang kekurangan angin tidak hanya berdampak pada kenyamanan. Jika terus dibiarkan, tekanan yang tidak sesuai juga berpotensi meningkatkan hambatan saat motor melaju, mempercepat keausan ban, serta menambah risiko kerusakan ketika kendaraan melewati jalan berlubang atau permukaan yang tidak rata.

Lantas, apa saja dampak ban motor kurang angin yang perlu diperhatikan pengendara?

1. Handling Motor Menjadi Lebih Berat

Salah satu dampak yang dapat dirasakan ketika tekanan angin ban terlalu rendah adalah perubahan karakter pengendalian motor. Pengendara bisa merasakan setang lebih berat, terutama saat melakukan manuver.

Menurut Yamaha Indonesia, ban yang kekurangan angin membuat bidang kontak dengan permukaan aspal melebar secara tidak wajar. Perubahan tersebut dapat memengaruhi respons motor ketika dikendalikan.

Kondisi ini berpotensi mengurangi kenyamanan berkendara, khususnya ketika motor digunakan di tengah lalu lintas padat yang menuntut pengendara melakukan manuver secara berulang.

"Jika dibiarkan, perubahan karakter tersebut tentu bisa mengurangi kenyamanan, terutama ketika motor digunakan untuk bermanuver di lalu lintas padat," jelas Yamaha Indonesia.

Karena itu, pengendara sebaiknya tidak langsung mengabaikan perubahan pengendalian ketika motor terasa lebih berat dari biasanya. Tekanan angin ban menjadi salah satu aspek yang perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan secara berkala juga membantu pengendara mengetahui apakah tekanan ban masih sesuai dengan rekomendasi pabrikan atau sudah berkurang akibat penggunaan sehari-hari.

2. Ban Lebih Cepat Aus pada Bagian Pinggir

Tekanan angin yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan keausan ban berlangsung tidak merata. Salah satu bagian yang berisiko mengalami keausan lebih cepat adalah sisi pinggir atau bahu ban.

Ban yang terus digunakan dalam kondisi kekurangan angin dapat mengalami perubahan distribusi kontak dengan permukaan jalan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi memperpendek usia pakai ban.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga pengeluaran pemilik motor. Ban yang lebih cepat aus membuat penggantian harus dilakukan lebih awal dibandingkan jika ban dirawat dengan tekanan yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X