lifestyle

Jangan Tunggu Ban Kempis, Ini Bahaya Tekanan Angin Ban Mobil yang Tidak Sesuai

Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:25 WIB
Ilustrasi Ban Kurang Angin (Foto: NKRI24JAM)

 

Haipadang.com – Memeriksa tekanan angin ban mobil sebelum berkendara menjadi langkah sederhana yang berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan. Pengemudi tidak seharusnya menunggu ban terlihat kempis atau kendaraan terasa limbung untuk memastikan tekanan udara di dalam ban masih sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama dapat memengaruhi kinerja ban. Selain mengganggu pengendalian kendaraan, tekanan yang tidak sesuai juga bisa mempercepat keausan ban dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Lembaga keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), mengingatkan bahwa tekanan ban yang terlalu rendah atau under-inflation dapat memicu panas berlebih (overheating). Kondisi tersebut berisiko merusak struktur internal ban hingga meningkatkan kemungkinan ban pecah secara mendadak ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

“Pemeriksaan tekanan ban setidaknya dilakukan sebulan sekali dan sebelum melakukan perjalanan jauh. Selalu gunakan angka rekomendasi pabrikan sebagai acuan utama,” tulis situs resmi NHTSA, dikutip Minggu (11/10/2026).

Karena itu, pemeriksaan tekanan ban perlu menjadi bagian dari rutinitas pengemudi, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh. Memastikan tekanan sesuai standar dapat membantu menjaga kondisi ban dan mendukung keselamatan selama berkendara.

Ban Terlihat Normal Belum Tentu Tekanannya Sesuai

Salah satu hal yang perlu diperhatikan pengemudi adalah tekanan udara ban yang berkurang tidak selalu terlihat secara kasatmata. Ban mungkin masih tampak memiliki bentuk normal, padahal tekanan di dalamnya sudah turun cukup jauh dari batas yang direkomendasikan.

Ketika tekanan udara terlalu rendah, dinding samping ban atau sidewall harus menekuk lebih keras setiap kali roda berputar. Kondisi tersebut menyebabkan suhu di dalam ban meningkat dengan cepat dan berpotensi merusak struktur internalnya.

Tekanan yang kurang juga dapat membuat telapak ban aus secara tidak merata. Keausan biasanya lebih cepat terjadi pada bagian pinggir telapak ban. Selain itu, pengendalian kendaraan bisa terasa lebih berat ketika digunakan di jalan.

Risiko tersebut perlu menjadi perhatian karena kondisi ban berkaitan langsung dengan kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan. Ketika harus melakukan pengereman mendadak atau bermanuver di jalan licin, tekanan ban yang tidak sesuai dapat menambah risiko selama perjalanan.

Sebaliknya, mengisi angin terlalu banyak atau mengalami over-inflation juga bukan pilihan yang tepat. Ban dengan tekanan berlebihan menjadi terlalu keras sehingga bidang kontak atau contact patch antara karet ban dan permukaan jalan berkurang.

Dampaknya tidak hanya terasa pada kenyamanan berkendara. Guncangan dari permukaan jalan dapat terasa lebih keras, sementara bagian tengah telapak ban berisiko mengalami keausan lebih cepat. Daya cengkeram atau grip ban juga dapat berkurang.

Dengan demikian, tekanan ban sebaiknya tidak diatur berdasarkan perkiraan atau anggapan bahwa semakin keras ban, semakin baik kondisinya. Acuan utama tetap angka tekanan yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.

Tekanan Ban yang Salah Bisa Membuat BBM Lebih Boros

Selain berkaitan dengan keselamatan, tekanan angin ban juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar kendaraan. Ban yang kekurangan udara menimbulkan hambatan gulir atau rolling resistance yang lebih besar ketika mobil bergerak.

Akibatnya, mesin perlu bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan. Kondisi tersebut dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat dibandingkan ketika tekanan ban berada pada tingkat yang sesuai.

Halaman:

Tags

Terkini