Jangan Tunggu Ban Kempis, Ini Bahaya Tekanan Angin Ban Mobil yang Tidak Sesuai

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:25 WIB
Ilustrasi Ban Kurang Angin (Foto: NKRI24JAM)
Ilustrasi Ban Kurang Angin (Foto: NKRI24JAM)

Dampak ini perlu diperhitungkan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari. Kebiasaan memeriksa tekanan ban secara rutin tidak hanya membantu menjaga kondisi komponen kendaraan, tetapi juga dapat menghindari pemborosan bahan bakar akibat tekanan yang tidak sesuai.

Oleh sebab itu, pengemudi perlu memastikan tekanan ban berada pada angka yang dianjurkan, bukan sekadar mengandalkan pemeriksaan visual atau menunggu munculnya gejala ketika mobil digunakan.

Cara Mengetahui Tekanan Angin Ban Mobil yang Tepat

Setiap kendaraan memiliki rekomendasi tekanan angin ban yang berbeda. Informasi tersebut biasanya dapat ditemukan pada stiker di pilar B atau bingkai pintu pengemudi, bagian dalam tutup tangki bahan bakar, maupun buku manual kendaraan.

Pengemudi perlu menggunakan angka rekomendasi pabrikan sebagai pedoman pengisian. Angka tersebut dapat dinyatakan dalam satuan PSI atau bar.

Perlu diperhatikan bahwa angka tekanan maksimum atau Max PSI yang tertera pada dinding ban bukanlah acuan utama untuk menentukan tekanan penggunaan sehari-hari. Tekanan yang digunakan harus mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan.

Tekanan ban depan dan belakang juga tidak selalu sama. Perbedaan tersebut perlu diperhatikan, terutama ketika kendaraan membawa banyak penumpang atau muatan penuh.

Waktu pemeriksaan turut memengaruhi hasil pengukuran. Tekanan ban idealnya diperiksa saat kondisinya dingin, misalnya setelah mobil terparkir selama minimal tiga jam.

Pengukuran yang dilakukan sesaat setelah perjalanan jauh dapat menunjukkan angka lebih tinggi. Hal itu terjadi karena udara di dalam ban memuai akibat peningkatan suhu ketika kendaraan digunakan.

Agar hasil pemeriksaan lebih sesuai dengan kondisi yang dijadikan acuan, pengemudi sebaiknya mengukur tekanan sebelum perjalanan atau setelah kendaraan cukup lama berhenti dan ban kembali dingin.

Nitrogen atau Angin Biasa, Mana yang Dipilih?

Ketika menambah tekanan udara ban, pengemudi dapat memilih menggunakan udara biasa atau nitrogen murni. Keduanya menjadi pilihan pengisian yang disebutkan dalam panduan perawatan ban.

Nitrogen memiliki ukuran molekul yang lebih besar sehingga tidak mudah keluar melalui pori-pori karet ban. Kondisi tersebut membuat tekanan ban cenderung lebih stabil dalam jangka panjang.

Penggunaan nitrogen juga disebut membuat tekanan ban tidak mudah memuai ketika terkena suhu panas jalan raya. Meski memilih jenis pengisian tertentu, pengemudi tetap perlu memeriksa tekanan secara berkala dan mengikuti angka rekomendasi pabrikan.

Pemeriksaan rutin tetap menjadi langkah penting untuk memastikan tekanan udara berada pada tingkat yang sesuai selama kendaraan digunakan.

Periksa Tekanan Ban Setiap Satu hingga Dua Minggu

Pengemudi dapat menjadikan pemeriksaan tekanan ban sebagai bagian dari perawatan kendaraan secara berkala. Selain mengikuti anjuran NHTSA untuk memeriksa tekanan setidaknya sebulan sekali dan sebelum perjalanan jauh, pemeriksaan juga dapat dilakukan setiap satu hingga dua minggu menggunakan alat pengukur tekanan atau tire pressure gauge.

Alat tersebut dapat dimiliki sendiri atau digunakan dengan mendatangi tempat pengisian angin yang terpercaya. Dengan melakukan pengukuran secara rutin, perubahan tekanan yang tidak sesuai dapat diketahui lebih awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X