lifestyle

5 Cara Mengecek Mobil Bekas Tahun Muda agar Terhindar dari Kendaraan Capek

Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi Mobil Bekas (Foto: NKRI24JAM)

3. Telusuri Kondisi Kolong dan Kaki-Kaki Mobil

Bagian bawah mobil juga perlu diperiksa karena dapat memperlihatkan jejak penggunaan kendaraan sebelumnya. Mobil yang sering melintasi jalan rusak atau digunakan secara intensif berpotensi meninggalkan tanda-tanda benturan maupun kerusakan di area kolong.

Untuk memeriksanya, calon pembeli dapat menggunakan dongkrak dengan prosedur yang aman atau meminta bantuan orang yang memahami pemeriksaan kendaraan. Bagian bawah mobil sebaiknya tidak diperiksa dengan cara yang membahayakan keselamatan.

Ada beberapa hal yang perlu diamati, mulai dari karat yang membandel, bekas benturan keras pada sasis, hingga kebocoran pada komponen tertentu. Pemeriksaan juga perlu mencakup sektor kaki-kaki, transmisi, serta pipa knalpot.

Karat dan bekas benturan dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi kendaraan, sedangkan kebocoran perlu ditelusuri untuk mengetahui sumber dan tingkat masalahnya. Karena itu, calon pembeli tidak sebaiknya mengabaikan kondisi kolong hanya karena bodi mobil terlihat bersih dan terawat.

Pemeriksaan pada bagian ini menjadi semakin penting ketika mobil diduga memiliki jam terbang tinggi. Kondisi bawah kendaraan dapat memberikan gambaran tambahan mengenai bagaimana mobil digunakan oleh pemilik sebelumnya.

4. Cocokkan Dokumen dan Legalitas Kendaraan

Selain kondisi fisik, kelengkapan dokumen menjadi faktor penting dalam pembelian mobil bekas. Kendaraan dengan tampilan menarik tetap berisiko menimbulkan masalah apabila data identitasnya tidak sesuai atau status administrasinya bermasalah.

Calon pembeli perlu mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin yang tertera pada kendaraan dengan data dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Setiap informasi tersebut harus diperiksa secara teliti untuk memastikan kesesuaiannya.

Status pajak kendaraan juga perlu dipastikan. Pembeli sebaiknya memeriksa apakah kewajiban pembayaran pajak tahunan masih aktif dan kendaraan tidak sedang berstatus blokir.

Pemeriksaan dokumen ini perlu dilakukan sebelum transaksi diselesaikan. Dengan memastikan kecocokan identitas kendaraan dan status administrasinya, calon pembeli dapat mengurangi risiko persoalan hukum maupun finansial yang mungkin muncul setelah mobil berpindah tangan.

5. Lakukan Test Drive untuk Menguji Performa

Pemeriksaan ketika mobil dalam keadaan diam belum cukup untuk menggambarkan seluruh kondisi kendaraan. Oleh sebab itu, calon pembeli perlu melakukan uji berkendara atau test drive untuk merasakan langsung respons mobil saat digunakan di jalan.

Saat mesin dinyalakan, perhatikan respons pedal gas dan rem. Calon pembeli juga perlu merasakan apakah perpindahan gigi berlangsung dengan halus atau justru menunjukkan gejala yang tidak biasa.

Selama berkendara, dengarkan suara yang muncul dari kendaraan. Bunyi dengungan maupun suara benturan dari sektor kaki-kaki, yang kerap digambarkan sebagai suara “gluduk-gluduk”, perlu menjadi perhatian, terutama ketika mobil melewati jalan yang permukaannya tidak rata.

Gejala tersebut sebaiknya tidak langsung diabaikan atau dianggap sebagai hal biasa. Jika ditemukan suara atau respons yang mencurigakan, calon pembeli dapat meminta pemeriksaan lebih lanjut oleh mekanik sebelum mengambil keputusan.

Test drive melengkapi pemeriksaan pada riwayat servis, ruang mesin, kolong kendaraan, dan dokumen. Melalui kelima tahapan tersebut, calon pembeli dapat menilai mobil bekas secara lebih menyeluruh sebelum mengeluarkan uang untuk kendaraan yang akan digunakan dalam mobilitas sehari-hari. (*)

Halaman:

Tags

Terkini