lifestyle

Mengatur Keuangan di Era “In This Economy”, 7 Langkah agar Gaji Lebih Terkendali

Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:05 WIB
Ilustrasi pasangan mengatur anggaran rumah tangga “In This Economy”. (Foto: Pressfoto via Magnific.com)

Langganan yang jarang dimanfaatkan atau pengeluaran yang manfaatnya relatif rendah dapat dipertimbangkan untuk dikurangi. Namun, penghematan tidak harus berarti menghilangkan seluruh kegiatan yang memberikan hiburan.

Anggaran tetap dapat menyediakan ruang untuk rekreasi atau hiburan selama nilainya sesuai kemampuan. Dengan begitu, pengaturan keuangan tidak hanya berfokus pada penghematan, tetapi juga dapat dijalankan secara konsisten.

4. Catat Seluruh Cicilan, Termasuk Paylater

Kewajiban pembayaran perlu dicatat dalam satu daftar agar tidak terlewat. Daftar tersebut sebaiknya memuat nominal cicilan, bunga atau biaya yang dikenakan, serta tanggal jatuh tempo setiap pembayaran.

Pencatatan perlu mencakup seluruh bentuk cicilan, termasuk layanan paylater. Dengan mengumpulkan informasi dalam satu daftar, seseorang dapat melihat berapa besar penghasilan yang sudah terikat untuk memenuhi kewajiban setiap bulan.

Sebelum mengambil cicilan baru, hitung terlebih dahulu sisa pendapatan setelah kebutuhan pokok dan kewajiban yang sudah berjalan dibayar. Perhitungan ini membantu menunjukkan apakah penghasilan masih mencukupi untuk menanggung pembayaran tambahan.

Hal yang perlu diperhatikan, limit pinjaman bukanlah tambahan pendapatan. Ketersediaan limit tidak berarti seseorang memiliki kemampuan finansial untuk menanggung cicilan baru.

Karena itu, keputusan mengambil pinjaman sebaiknya mempertimbangkan kemampuan membayar berdasarkan pendapatan dan kewajiban yang sudah ada, bukan semata-mata jumlah limit yang tersedia.

5. Bangun Dana Darurat Sedikit demi Sedikit

Dana darurat merupakan bagian lain yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan keuangan. Simpanan ini dapat digunakan ketika muncul pengeluaran tak terduga yang tidak tercakup dalam anggaran rutin.

Pembentukannya tidak harus dimulai dengan nominal besar. Menyisihkan sejumlah uang sesuai kemampuan dapat menjadi langkah awal, terutama bagi mereka yang penghasilannya sebagian besar sudah digunakan untuk kebutuhan pokok dan cicilan.

CFPB menjelaskan bahwa kebutuhan dana darurat bergantung pada situasi masing-masing orang. Bahkan, simpanan dalam jumlah kecil dapat membantu ketika seseorang menghadapi pengeluaran yang tidak direncanakan.

Agar tidak tercampur dengan uang belanja sehari-hari, dana tersebut dapat disimpan secara terpisah. Pemisahan ini membantu menjaga agar uang yang telah dialokasikan untuk keadaan darurat tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.

6. Rencanakan Biaya yang Tidak Dibayar Setiap Bulan

Tidak semua pengeluaran muncul secara rutin setiap bulan. Beberapa kebutuhan, seperti pajak kendaraan, biaya daftar ulang sekolah, dan perpanjangan sewa, baru harus dibayar pada waktu tertentu.

Walaupun tidak muncul setiap bulan, pengeluaran tersebut sebaiknya diperhitungkan sejak awal. Jika baru disiapkan ketika tanggal pembayaran sudah dekat, kebutuhan itu berpotensi membebani anggaran bulanan secara tiba-tiba.

Salah satu caranya adalah membagi perkiraan biaya dengan jumlah bulan yang tersisa sebelum pembayaran jatuh tempo.

Sebagai ilustrasi, seseorang perlu menyiapkan Rp1,2 juta untuk suatu kebutuhan yang harus dibayar 12 bulan lagi. Jika dana tersebut dikumpulkan secara bertahap selama setahun, jumlah yang perlu disisihkan adalah Rp100.000 setiap bulan.

Halaman:

Tags

Terkini