ragam

Kopi Bantjah di Padang Disulap Jadi Cascara hingga Lilin Aromaterapi

Senin, 12 Oktober 2026 | 07:33 WIB
Kopi Bantjah dan produk turunannya berupa lilin aromaterapi. (Foto: PT Semen Padang)

“Untuk Gen Z, kami juga sudah memasukkan mereka dalam pelatihan barista. Jadi semua kalangan kami usahakan untuk terlibat dalam Kopi Bantjah ini,” ujar Milawati.

Pelibatan perempuan dan generasi muda melengkapi penguatan yang dilakukan pada tingkat petani. Pengembangan Kopi Bantjah kini mencakup kegiatan budidaya, pengolahan hasil perkebunan, pembuatan produk turunan, serta upaya memperkenalkan produk kepada konsumen.

Memperkuat Petani Kopi Bantjah Sejak 2023

Di sisi hulu, pengembangan Kopi Bantjah ditopang oleh kelompok petani yang telah memperoleh pendampingan PT Semen Padang sejak 2023. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi kopi sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di Koto Baru.

Ketua Kelompok Petani Kopi Bantjah, Yulisman, mengatakan pendampingan yang diberikan perusahaan membuka kesempatan bagi kelompok untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mereka dalam menjalankan usaha.

“PT Semen Padang secara konsisten mendukung pengembangan Kopi Bantjah. Kami juga mulai memberikan dampak bagi masyarakat sehingga terus mendapatkan bantuan dan dukungan,” ujar Yulisman.

Menurut Yulisman, perhatian terhadap pengembangan Kopi Bantjah tidak terlepas dari posisi Koto Baru yang berada di kawasan Ring 1 PT Semen Padang. Pendampingan yang berlangsung sejak 2023 menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kelompok Kopi Bantjah saat ini memiliki 36 petani yang terdata. Dari jumlah tersebut, sekitar 31 orang masih aktif mengembangkan komoditas kopi.

Sementara itu, luas lahan yang pernah didata bersama PT Semen Padang dan tenaga ahli dari Solok Radjo mencapai sekitar 29 hektare. Data tersebut menjadi gambaran mengenai potensi lahan yang dimiliki kelompok dalam mengembangkan komoditas kopi di kawasan Koto Baru.

Dari lahan tersebut, produksi kelompok petani saat ini berada pada kisaran satu ton buah kopi merah atau cherry per tahun. Setelah melalui proses pengolahan menjadi green bean atau biji kopi hijau, volumenya diperkirakan sekitar 200 kilogram.

Perbedaan volume antara buah kopi merah dan biji kopi hijau tersebut menunjukkan hasil pengolahan yang dilakukan terhadap bahan baku perkebunan. Dengan kapasitas produksi yang masih terbatas, kelompok masyarakat berupaya mengembangkan pemanfaatan kopi melalui produk turunan agar nilai ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen.

Pengembangan produk olahan menjadi salah satu pendekatan yang dijalankan bersamaan dengan penguatan kelompok petani. Pada satu sisi, petani tetap berperan menyediakan bahan baku, sedangkan pada sisi lain masyarakat mulai mengembangkan keterampilan untuk mengolah kopi menjadi produk yang beragam.

Upaya tersebut juga membuka ruang keterlibatan warga yang tidak seluruhnya bekerja sebagai petani. Perempuan yang mengolah produk turunan dan generasi muda yang mengikuti pelatihan barista menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam pengembangan Kopi Bantjah.

PT Semen Padang Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan program TJSL pengembangan Kopi Bantjah diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi di lingkungan mereka.

Menurut Win, pengembangan komoditas kopi perlu dilakukan lebih luas daripada sekadar meningkatkan produksi di tingkat kebun. Potensi ekonomi lokal juga dapat diperkuat melalui pengolahan hasil perkebunan, diversifikasi produk, dan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan usaha.

“Melalui program TJSL ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Kopi Bantjah memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk melalui produk-produk turunannya,” ujar Win.

Halaman:

Tags

Terkini