Haipadang.com – Sekitar 180 jemaah umrah asal Sumatera Barat (Sumbar) batal berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (30/9/2026). Pembatalan penerbangan charter tersebut kini menjadi perhatian Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar yang langsung melakukan pemeriksaan terhadap persoalan yang terjadi.
Pembatalan itu tidak hanya berdampak kepada jemaah yang telah mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi pihak travel. Kakanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menyebut pihak travel melaporkan kerugian sekitar Rp100 juta akibat batalnya keberangkatan tersebut.
Rifki menyampaikan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap keberangkatan jemaah umrah di BIM. Menurutnya, para jemaah seharusnya sudah berangkat pada hari tersebut dan sebagian biaya perjalanan juga telah dibayarkan.
“Ada pihak travel yang dirugikan. Seharusnya jemaah berangkat hari ini, sudah membayar tiket, tetapi ternyata dibatalkan,” kata Rifki saat sidak keberangkatan jemaah umrah di BIM.
Situasi tersebut juga menjadi persoalan bagi para jemaah yang sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan untuk perjalanan umrah. Bahkan, sebagian jemaah disebut sudah menggelar syukuran atau walimatus safar di rumah sebelum jadwal keberangkatan.
Penerbangan yang dibatalkan merupakan penerbangan dengan skema sewa pesawat atau charter. Pesawat tersebut sedianya membawa sekitar 180 jemaah dari Sumbar.
Rute penerbangan itu juga tidak langsung menuju Arab Saudi. Berdasarkan rencana perjalanan, pesawat terlebih dahulu dijadwalkan menuju Malaysia. Setelah itu, para jemaah akan bergabung dengan penerbangan dari Pekanbaru sebelum melanjutkan perjalanan.
Kemenhaj Periksa Travel Terkait Pembatalan
Hingga saat ini, penyebab pembatalan penerbangan tersebut belum disampaikan oleh Kemenhaj Sumbar. Rifki mengatakan pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui persoalan yang menyebabkan ratusan jemaah tersebut tidak jadi berangkat.
Langkah pemeriksaan akan dilakukan dengan mendatangi kantor travel yang bersangkutan. Kemenhaj akan mengecek persoalan yang terjadi dalam penyelenggaraan perjalanan umrah tersebut.
“Habis ini kami akan melakukan sidak ke kantor travel yang bersangkutan. Kami akan cek apa masalahnya,” ujar Rifki.
Pemeriksaan tersebut menjadi tindak lanjut dari temuan dalam sidak di BIM. Kemenhaj Sumbar akan menelusuri persoalan yang menyebabkan jadwal keberangkatan jemaah tidak terlaksana sesuai rencana.
Selain menindaklanjuti kasus pembatalan tersebut, temuan di lapangan turut menjadi perhatian Kemenhaj Sumbar dalam memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan umrah.
Pengawasan dinilai penting untuk memastikan penyelenggaraan perjalanan umrah berjalan sesuai ketentuan. Dalam pelaksanaannya, Kemenhaj juga akan melibatkan sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas keberangkatan jemaah di bandara.
Kemenhaj Siapkan Posko Pengawasan di BIM
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, Kemenhaj Sumbar telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk menyediakan posko Kemenhaj di kawasan BIM.