KAI Apresiasi Sinergi dengan Polda Sumbar
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan latihan gabungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi situasi darurat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumbar atas kolaborasi dalam pelaksanaan simulasi penanganan aksi teror di lingkungan transportasi kereta api.
Menurut Reza, latihan bersama dibutuhkan untuk menyamakan pemahaman di antara unsur yang terlibat. Dengan demikian, setiap pihak dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi sebenarnya.
“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi situasi darurat. Dengan latihan bersama, setiap unsur dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga apabila menghadapi kondisi yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan,” kata Reza, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu personel. Prosedur dan pola komunikasi yang diterapkan ketika terjadi kondisi darurat juga perlu dipahami oleh seluruh unsur yang terlibat.
Karena itu, latihan bersama menjadi bagian dari upaya untuk memastikan mekanisme penanganan dapat dijalankan ketika terjadi gangguan keamanan di lingkungan transportasi kereta api.
Polda Sumbar Apresiasi Dukungan KAI
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya turut menyampaikan apresiasi terhadap dukungan KAI Divre II Sumbar dalam pelaksanaan latihan.
Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk penyediaan lokasi, sarana, dan fasilitas yang dibutuhkan selama simulasi berlangsung.
Salah satu fasilitas yang digunakan adalah dua gerbong kereta api. Kedua gerbong tersebut menjadi bagian dari skenario untuk menggambarkan kondisi yang dapat dihadapi ketika ancaman terjadi di lingkungan transportasi kereta api.
“KAI telah mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan tempat, sarana, serta berbagai fasilitas pendukung, termasuk penggunaan dua gerbong kereta api sebagai bagian dari skenario latihan. Dukungan tersebut sangat membantu sehingga simulasi dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Susmelawati.
Penggunaan gerbong kereta api dalam latihan membuat personel tidak hanya berhadapan dengan skenario di area stasiun. Mereka juga mendapatkan gambaran situasi yang berkaitan langsung dengan sarana transportasi kereta api.
Skenario tersebut digunakan untuk menguji respons personel dalam kondisi yang dibuat mendekati keadaan di lapangan.
Susmelawati menilai aspek keamanan transportasi publik tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai unsur untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
Karena itu, kerja sama antara Polri dan KAI dinilai perlu terus diperkuat agar kesiapan dalam menghadapi gangguan keamanan semakin baik.
“Keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di sarana transportasi publik, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seperti yang dilakukan bersama KAI perlu terus diperkuat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dan semakin solid dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.