Haipadang.com – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang berada di level Rp30 membuat nilai pasar kepemilikan Telkomsel ikut tertekan. Dengan jumlah saham sekitar 23,72 miliar lembar, nilai kepemilikan tersebut diperkirakan hanya tersisa Rp711,6 miliar.
Angka itu terpaut sangat jauh dari estimasi nilai perolehan investasi Telkomsel yang mencapai sekitar Rp6,4 triliun. Jika dibandingkan dengan harga perolehan sekitar Rp270 per saham, terdapat selisih Rp240 per lembar saham.
Berdasarkan perhitungan tersebut, penurunan nilai investasi Telkomsel mencapai sekitar Rp5,69 triliun atau 88,89 persen. Namun, angka tersebut merupakan estimasi penurunan nilai secara kumulatif dibandingkan harga perolehan dan tidak berarti seluruh penurunan tersebut baru terjadi pada Oktober 2026.
Data harga saham GOTO tersebut mengacu pada tangkapan TradingView dalam perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Pada perdagangan pagi itu, saham GOTO tercatat berada di level Rp30 per saham atau tidak mengalami perubahan dibandingkan harga penutupan sebelumnya.
Perlu dicatat, angka Rp30 tersebut merupakan posisi harga pada perdagangan pagi berdasarkan tangkapan data, bukan harga penutupan perdagangan pada hari tersebut.
Nilai Kepemilikan Telkomsel Tinggal Sekitar 11 Persen
Dengan menggunakan jumlah kepemilikan sekitar 23,72 miliar saham dan harga perolehan sekitar Rp270 per lembar, nilai awal investasi yang digunakan dalam perhitungan mencapai sekitar Rp6,4044 triliun.
Sementara itu, apabila seluruh saham tersebut dihitung berdasarkan harga GOTO Rp30 per lembar, nilai pasarnya menjadi sekitar Rp711,6 miliar.
Dengan demikian, nilai pasar kepemilikan Telkomsel tersebut kini hanya sekitar 11,11 persen dari estimasi nilai perolehannya.
Jumlah saham sekitar 23,72 miliar lembar mengacu pada data per 31 Agustus 2026 yang diberitakan ANTARA. Perhitungan ini menggunakan asumsi bahwa sejak tanggal tersebut Telkomsel tidak menambah ataupun mengurangi kepemilikannya di GOTO.
Perbandingan dengan level harga sebelumnya juga menunjukkan perubahan nilai yang cukup besar. Ketika harga saham GOTO berada di Rp50 per lembar, kepemilikan sebanyak 23,72 miliar saham tersebut memiliki nilai pasar sekitar Rp1,186 triliun.
Dari level Rp50 menuju Rp30, nilai pasar kepemilikan Telkomsel berkurang sekitar Rp474,4 miliar.
Meski demikian, penurunan tersebut perlu dibedakan dari kerugian yang benar-benar terealisasi. Selisih sekitar Rp5,69 triliun yang muncul dalam perhitungan merupakan penurunan nilai investasi jika dibandingkan dengan harga perolehan.
Artinya, angka tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai kerugian akibat penjualan saham. Selama saham GOTO masih dimiliki dan belum dilepas, selisih antara nilai pasar dan modal awal merupakan kerugian di atas kertas.
Sementara itu, dari sisi akuntansi, besaran kerugian dalam suatu periode mengikuti perubahan nilai tercatat serta pelaporan keuangan perusahaan.