Dalam konteks penanganan bencana, Daryono mengingatkan bahwa perbedaan cara pandang tidak boleh mengalihkan perhatian masyarakat dari kebutuhan orang-orang yang terdampak. Ketika bencana terjadi, perhatian semestinya diarahkan pada penyelamatan, kepedulian, dan upaya membantu para korban menghadapi situasi sulit.
"Jangan sampai perbedaan cara memahami bencana membuat kita lebih sibuk menghakimi korban daripada menyelamatkan mereka," tulis Daryono.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan dan kemanusiaan sebagai perhatian utama ketika masyarakat menghadapi bencana. Perbedaan penafsiran mengenai makna suatu peristiwa tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyalahkan orang-orang yang mengalami dampaknya.
Sains Mempelajari Hukum Alam Ciptaan Tuhan
Daryono kembali menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak dimaksudkan untuk menggantikan keyakinan kepada Tuhan. Sains memiliki peran untuk mempelajari hukum alam, termasuk proses yang menyebabkan gempa bumi, sehingga fenomena tersebut dapat dipahami berdasarkan pengetahuan ilmiah.
"Sains tidak sedang menggantikan Tuhan. Sains sedang mempelajari hukum-hukum alam ciptaan-Nya. Memahami penyebab gempa bukan berarti mengingkari Sang Pencipta, dan mengimani Tuhan bukan berarti kita boleh mengabaikan ilmu pengetahuan," tulisnya.
Melalui pernyataan itu, Daryono mengingatkan bahwa keyakinan agama dan pemahaman ilmiah dapat berjalan berdampingan. Penjelasan tentang mekanisme gempa melalui ilmu seismologi tidak serta-merta meniadakan dimensi keimanan, sebagaimana keyakinan kepada Tuhan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pengetahuan mengenai proses alam.
Daryono dikenal sebagai peneliti senior dan edukator publik di bidang kegempaan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG serta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fenomena gempa bumi. (*)
Artikel Terkait
Dampak Banjir Padang: 120 Rumah Terendam, 238 Warga Dievakuasi
Kopi Bantjah di Padang Disulap Jadi Cascara hingga Lilin Aromaterapi
Banjir Padang Jadi Peringatan, Ini Pentingnya Evaluasi Daerah Aliran Sungai