CVT Motor Matic Wajib Dicek Tiap 8.000 Km, Kapan V-Belt Harus Diganti?

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:10 WIB
Ilustrasi V-Belt Motor Matik (Foto: Promedia)
Ilustrasi V-Belt Motor Matik (Foto: Promedia)

Haipadang.com – Motor matic menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Sistem transmisi otomatis membuat pengendara tidak perlu repot melakukan perpindahan gigi secara manual, sehingga motor jenis ini terasa praktis digunakan untuk berbagai kebutuhan mobilitas.

Namun, kemudahan tersebut tetap membutuhkan perhatian terhadap sistem penggerak yang berada di balik penutup mesin. Salah satu bagian penting yang kerap luput dari perawatan adalah Continuously Variable Transmission (CVT).

CVT memiliki sejumlah komponen yang bekerja untuk meneruskan tenaga mesin ke roda. Karena terus bekerja ketika motor digunakan, komponen-komponen tersebut mengalami gesekan dan dapat mengalami keausan. Pemeriksaan secara berkala diperlukan agar kondisi bagian dalam CVT tetap terpantau.

Lantas, berapa kilometer CVT motor matic harus diganti?

Jawabannya tidak sesederhana mengganti seluruh komponen CVT pada jarak tempuh tertentu. Setiap bagian memiliki masa pakai berbeda. Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi aktual komponen sebelum kerusakan mengganggu kenyamanan dan keamanan berkendara.

Berdasarkan panduan resmi pabrikan seperti PT Astra Honda Motor (AHM), pemeriksaan komponen CVT dilakukan secara berkala setiap 8.000 kilometer.

Pemeriksaan tersebut bukan sekadar rutinitas. Mekanik akan melihat kondisi komponen di dalam rumah CVT sekaligus membersihkan berbagai kotoran yang dapat menumpuk selama motor digunakan.

Endapan kotoran dan debu akibat gesekan perlu diperiksa karena dapat menjadi salah satu indikasi yang menunjukkan kondisi komponen. Pemeriksaan berkala juga bertujuan menemukan gejala keausan sejak awal sehingga persoalan pada sistem penggerak tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

V-Belt Punya Batas Usia Pakai

Salah satu komponen CVT yang perlu mendapat perhatian adalah V-belt. Komponen ini berfungsi sebagai sabuk penggerak utama dan memiliki batas usia pemakaian.

Dalam pedoman perawatan, V-belt perlu diperiksa secara berkala setiap 8.000 kilometer. Sementara itu, penggantian V-belt sangat dianjurkan ketika jarak tempuh kendaraan sudah berada pada kisaran 24.000 hingga 30.000 kilometer.

Penggantian tetap perlu dipertimbangkan meskipun secara kasatmata V-belt masih terlihat utuh. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko V-belt putus secara tiba-tiba ketika motor sedang digunakan di jalan.

PT Astra Honda Motor juga menyebutkan dalam buku pedoman pemilik bahwa kondisi V-belt harus diperiksa secara berkala setiap 8.000 kilometer dan umumnya memiliki usia pemakaian hingga 24.000 kilometer.

“Berdasarkan buku pedoman pemilik, kondisi V-belt harus diperiksa secara berkala setiap 8.000 km dan umumnya usia pemakaian V-belt sampai dengan 24.000 km,” dikutip dari laman resmi PT Astra Honda Motor, Selasa, 6 Oktober 2026.

Roller dan Kampas Ganda Tidak Selalu Diganti Bersamaan

Selain V-belt, rumah CVT juga memiliki roller dan kampas ganda yang kondisinya perlu diperhatikan. Namun, kedua komponen tersebut tidak memiliki ketentuan bahwa harus diganti pada waktu yang sama dengan V-belt.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X