lifestyle

Mobil Jarang Dipakai Bukan Berarti Bebas Rusak, Ini 7 Komponen yang Wajib Dicek

Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:51 WIB
Ilustrasi Pengecekan Mesin Mobil (Foto: Promedia)

Pemeriksaan juga perlu mencakup kondisi fisik ban secara menyeluruh. Retakan pada permukaan karet, benjolan, maupun pola keausan yang tidak merata merupakan sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Ban memiliki fungsi penting karena menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan aspal. Oleh sebab itu, kondisi fisiknya tetap harus dijaga meskipun mobil hanya sesekali digunakan untuk perjalanan singkat.

3. Volume Oli dan Pelumas Mesin

Pemilik kendaraan terkadang menjadikan jarak tempuh sebagai satu-satunya pertimbangan untuk mengganti oli mesin. Sebagian beranggapan bahwa penggantian pelumas baru diperlukan setelah mobil menempuh jarak tertentu, misalnya 5.000 atau 10.000 kilometer.

Padahal, kendaraan yang jarang digunakan bukan berarti membuat kualitas oli selalu terjaga. Pelumas yang berada di dalam mesin dalam waktu lama dapat mengalami penurunan kualitas akibat proses oksidasi dan paparan kelembapan udara.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan oli tetap diperlukan meskipun angka pada odometer masih rendah. Pemilik mobil disarankan memeriksa volume dan warna oli secara berkala menggunakan dipstick atau tongkat pengukur oli.

Selain memeriksa kondisi pelumas, jadwal penggantian oli juga perlu diperhatikan berdasarkan rekomendasi produsen. Perawatan tidak semestinya hanya mengacu pada jarak tempuh, tetapi juga mempertimbangkan batas waktu yang ditentukan.

Sebagai contoh, penggantian oli dapat dijadwalkan setiap enam bulan sesuai panduan produsen kendaraan. Dengan mengikuti jadwal tersebut, pemilik mobil tidak menjadikan frekuensi penggunaan yang rendah sebagai alasan untuk menunda perawatan mesin.

4. Respons Sistem Pengereman

Sistem pengereman termasuk bagian yang perlu diperiksa sebelum mobil kembali digunakan setelah lama terparkir. Kendaraan yang tidak bergerak dalam waktu panjang, terutama ketika berada di tempat lembap dan rem parkir terus diaktifkan, berpotensi mengalami gangguan pada komponen pengereman.

Salah satu masalah yang dapat muncul adalah karat pada piringan cakram. Selain itu, kampas rem juga berpotensi melekat atau mengalami kondisi seized, sehingga kinerjanya dapat terganggu ketika kendaraan kembali dijalankan.

Sebelum membawa mobil ke jalan raya, pemilik sebaiknya memastikan respons pedal rem terlebih dahulu. Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan memperhatikan apakah pedal terasa terlalu dalam, kemampuan pengereman terasa kurang pakem, atau muncul suara decitan yang tidak biasa.

Perubahan pada respons rem perlu mendapatkan perhatian karena sistem tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan kendaraan untuk memperlambat laju dan berhenti. Apabila ditemukan gejala yang tidak wajar, mobil sebaiknya segera dibawa ke bengkel terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Pengecekan ini menjadi bagian penting dari persiapan kendaraan sebelum kembali digunakan setelah lama berada di garasi. Dengan demikian, pemilik tidak hanya memastikan mesin dapat menyala, tetapi juga memperhatikan kondisi komponen lain yang menunjang pengoperasian mobil.

5. Kondisi Bahan Bakar di Dalam Tangki

Bahan bakar yang tersimpan terlalu lama di dalam tangki juga perlu diperhatikan. Ketika mobil jarang digunakan, bahan bakar dapat mengalami penurunan kualitas atau degradation seiring waktu.

Selain itu, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan proses kondensasi atau pengembunan air pada dinding tangki. Karena itu, kebiasaan membiarkan kendaraan terparkir dalam waktu panjang tanpa menyalakan mesin atau membawanya berjalan perlu diimbangi dengan perawatan yang sesuai.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyalakan dan memanaskan mesin secara berkala. Pemilik juga dapat membawa mobil berjalan mengelilingi kompleks untuk membantu menjaga kendaraan tetap beroperasi secara rutin.

Halaman:

Tags

Terkini