Mobil Jarang Dipakai Bukan Berarti Bebas Rusak, Ini 7 Komponen yang Wajib Dicek

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:51 WIB
Ilustrasi Pengecekan Mesin Mobil (Foto: Promedia)
Ilustrasi Pengecekan Mesin Mobil (Foto: Promedia)

Kapasitas bahan bakar di dalam tangki turut menjadi hal yang perlu diperhatikan. Tangki sebaiknya tidak dibiarkan terlalu kosong karena ruang udara yang lebih besar dapat memicu terjadinya pengembunan.

Dengan memperhatikan kondisi bahan bakar dan menjaga kendaraan tetap digunakan secara berkala, pemilik dapat mengurangi risiko masalah yang berkaitan dengan bahan bakar yang terlalu lama tersimpan di dalam tangki.

6. Kebersihan Bodi dan Komponen Logam

Risiko kerusakan pada mobil yang jarang digunakan tidak hanya berkaitan dengan mesin dan komponen mekanis. Bagian eksterior serta komponen berbahan logam, termasuk yang berada di kolong kendaraan, juga membutuhkan perhatian.

Debu dan kotoran yang menempel terlalu lama dapat mengganggu kebersihan permukaan kendaraan. Sementara itu, paparan udara lembap yang berlangsung terus-menerus berpotensi meningkatkan risiko kerusakan pada bagian logam.

Untuk menjaga kondisinya, pemilik mobil disarankan membersihkan bodi luar dan kolong kendaraan secara berkala. Perawatan kebersihan tetap diperlukan meskipun mobil tidak sering digunakan dan lebih banyak berada di area parkir.

Tempat penyimpanan juga menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan. Jika memungkinkan, mobil sebaiknya ditempatkan di area yang teduh, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Bagi pemilik yang harus memarkirkan kendaraan di luar ruangan, penggunaan sarung atau cover mobil berbahan breathable dapat dipertimbangkan. Bahan tersebut memungkinkan sirkulasi udara sehingga sesuai untuk membantu melindungi kendaraan ketika diparkir di luar ruangan.

Perawatan bodi dan bagian logam secara rutin dapat membantu pemilik menjaga kondisi kendaraan selama mobil lebih banyak terparkir. Dengan begitu, perhatian terhadap mobil tidak hanya terpusat pada bagian yang terlihat ketika mesin dinyalakan.

7. Performa Sistem AC dan Kebersihan Interior

Bagian terakhir yang tidak kalah penting adalah sistem pendingin udara atau AC serta kebersihan interior. Kabin mobil yang tertutup rapat dalam waktu lama berpotensi menjadi lembap dan menimbulkan bau apek.

Di sisi lain, saluran AC yang jarang dioperasikan dapat menjadi tempat menumpuknya debu dan kotoran. Kondisi ini membuat sistem pendingin udara tetap membutuhkan perhatian meskipun mobil tidak digunakan setiap hari.

Salah satu langkah perawatan yang dapat dilakukan adalah menyalakan AC selama beberapa menit ketika mesin dipanaskan. Pengoperasian tersebut membantu menjaga oli kompresor tetap bersirkulasi.

Selain sistem AC, kebersihan bagian dalam mobil juga perlu dijaga. Sisa makanan dan sampah sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk di dalam kabin karena dapat mengundang serangga dan jamur.

Pembersihan interior secara berkala menjadi bagian dari perawatan kendaraan yang sering terlewat ketika mobil jarang digunakan. Padahal, kondisi kabin yang bersih dapat membantu mengurangi masalah akibat kotoran dan kelembapan selama kendaraan terparkir dalam waktu lama.

Mobil yang lebih sering berada di garasi memang memiliki beban penggunaan yang lebih ringan. Namun, keadaan tersebut tidak menjamin seluruh komponen kendaraan terbebas dari risiko kerusakan.

Aki, ban, oli mesin, sistem pengereman, bahan bakar, bodi, komponen logam, hingga sistem AC dan interior tetap memerlukan pemeriksaan serta perawatan berkesinambungan. Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan jadwal servis sesuai panduan produsen, bukan hanya berpatokan pada angka odometer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X