Mobil Jarang Dipakai Bukan Berarti Bebas Rusak, Ini 7 Komponen yang Wajib Dicek

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:51 WIB
Ilustrasi Pengecekan Mesin Mobil (Foto: Promedia)
Ilustrasi Pengecekan Mesin Mobil (Foto: Promedia)

Haipadang.com – Mobil yang lebih sering terparkir di garasi ternyata tetap membutuhkan perawatan rutin. Meski jarang menempuh perjalanan dan angka odometer tidak banyak bertambah, sejumlah komponen kendaraan berpotensi mengalami penurunan kondisi apabila dibiarkan terlalu lama tanpa pemeriksaan.

Situasi tersebut dapat dialami oleh berbagai kalangan pemilik kendaraan. Mulai dari mereka yang hanya menggunakan mobil saat akhir pekan, mempunyai lebih dari satu kendaraan, hingga orang yang sehari-hari lebih memilih sepeda motor untuk menunjang aktivitas.

Anggapan bahwa mobil yang jarang digunakan akan lebih awet tidak sepenuhnya tepat. Ketika kendaraan terlalu lama berada dalam kondisi diam, beberapa bagian justru dapat mengalami masalah, seperti daya aki yang melemah, tekanan angin ban yang berkurang, hingga penurunan kualitas pelumas mesin.

Astra Daihatsu mengingatkan bahwa jarak tempuh bukan satu-satunya tolok ukur untuk menentukan kebutuhan perawatan kendaraan. Dalam keterangannya, perusahaan tersebut menjelaskan bahwa mobil yang terlalu lama tidak digunakan tetap berisiko mengalami gangguan teknis.

"Kendaraan yang terlalu lama dibiarkan diam dapat mengalami berbagai masalah teknis, mulai dari aki melemah, tekanan angin ban berkurang, hingga penurunan performa mesin. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak hanya menjadikan jarak tempuh (odometer) sebagai satu-satunya patokan untuk melakukan servis," tulis Astra Daihatsu, dikutip Jumat (9/10/2026).

Mengutip informasi dari situs resmi Astra Daihatsu, terdapat tujuh komponen penting yang perlu mendapatkan perhatian meskipun mobil lebih banyak menghabiskan waktu di garasi. Pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk menjaga kondisi kendaraan sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang berpotensi menimbulkan biaya perbaikan lebih besar.

1. Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

Aki menjadi salah satu komponen yang rentan mengalami masalah ketika mobil jarang digunakan. Kondisi mesin yang mati tidak serta-merta menghentikan seluruh konsumsi daya listrik kendaraan. Sejumlah perangkat, termasuk jam digital dan sistem pengaman atau alarm, tetap menggunakan energi dari aki secara perlahan.

Apabila mobil dibiarkan terlalu lama tanpa digunakan, daya yang tersimpan di dalam aki dapat terus berkurang. Ketika kapasitasnya menurun hingga tidak mencukupi kebutuhan kendaraan, aki berpotensi tidak mampu memutar dinamo starter saat mesin hendak dinyalakan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemilik kendaraan perlu memeriksa aki secara berkala. Bagian terminal aki juga harus diperhatikan agar terbebas dari korosi maupun kerak putih yang dapat muncul pada permukaannya.

Tanda-tanda seperti starter yang terasa semakin berat sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk segera memeriksa aki, melakukan pengisian ulang daya atau charge, maupun menggantinya apabila memang diperlukan.

Sementara itu, apabila kendaraan akan ditinggalkan dalam waktu yang sangat lama, pemilik dapat mempertimbangkan untuk melepaskan kabel negatif aki. Langkah tersebut perlu dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang tercantum dalam buku manual kendaraan agar sesuai dengan prosedur yang dianjurkan.

2. Tekanan Angin dan Kondisi Fisik Ban

Ban juga memerlukan pemeriksaan meskipun mobil tidak sering dibawa berkendara. Kendaraan yang terparkir dalam posisi diam selama periode panjang dapat mengalami penurunan tekanan udara ban secara alami.

Selain berkurangnya tekanan angin, beban kendaraan yang terus bertumpu pada bagian ban yang sama berpotensi menyebabkan flat spot. Kondisi tersebut membuat permukaan ban pada titik tertentu menjadi rata atau gepeng akibat terlalu lama menahan beban dalam posisi yang tidak berubah.

Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak menunggu hingga kendaraan akan digunakan untuk memeriksa kondisi ban. Pengukuran tekanan angin perlu dilakukan secara rutin menggunakan alat ukur, kemudian disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X