Api Hanguskan Area Los Seluas 6 x 30 Meter
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kebakaran menghanguskan satu blok Los Batiah dengan ukuran sekitar 6 x 30 meter persegi. Selain area utama yang terbakar, tiga petak toko di sekitarnya turut mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses penghitungan resmi oleh instansi terkait. Pemerintah daerah menilai pendataan secara terperinci diperlukan untuk mengetahui jumlah pedagang yang terdampak serta tingkat kerusakan pada masing-masing tempat usaha.
Hasil pendataan itu nantinya menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan dan bantuan yang dapat diberikan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
"Pendataan perlu dilakukan secara cermat, baik terhadap jumlah pedagang yang terdampak maupun tingkat kerusakan yang terjadi. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Besarnya dampak kebakaran berpotensi lebih luas apabila api tidak segera dikendalikan. Sekitar 80 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk melakukan penanganan, terdiri atas petugas pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur bantuan lainnya.
Personel gabungan tersebut berupaya melokalisasi titik api agar tidak menjalar ke bangunan pasar di sekitarnya. Upaya itu berhasil mencegah api merambat ke dua blok bangunan pasar berlantai dua yang berada berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Apabila api tidak segera diblokade, area yang berpotensi terdampak diperkirakan dapat mencapai satu hektare. Keberhasilan mengendalikan penjalaran api tersebut turut melindungi aset ekonomi milik masyarakat dan daerah yang ditaksir bernilai miliaran rupiah.
Pemulihan Pasar Dikoordinasikan dengan OPD
Setelah penanganan kebakaran dan pemeriksaan awal lokasi, Pemerintah Kota Payakumbuh melanjutkan koordinasi untuk memetakan kebutuhan pemulihan kawasan pasar. Langkah tersebut mencakup pendataan kerusakan, identifikasi pedagang terdampak, serta penyesuaian penanganan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Rida menyebut pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kebutuhan pascakebakaran secara menyeluruh. Koordinasi juga dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar upaya pemulihan pasar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang teridentifikasi.
"Kita akan terus melihat kebutuhan di lapangan secara komprehensif dan mengoordinasikannya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk pemulihan pasar," pungkas Rida. (*)
Artikel Terkait
Investor Asing Ramai-Ramai Jual Saham, IHSG Justru Menguat 0,94%
Sengketa Merek di MA, BYD Resmi Ubah Nama Denza Menjadi Danza
Empat Nelayan Hilang di Perairan Tiku Agam Ditemukan, Ini Kronologi Pencariannya
Cegah Gangguan Pernapasan akibat Kabut Asap, 15 Puskesmas Dharmasraya Bagikan Masker ke Siswa